Pengertian dan Sejarah Miqat yang harus di ketahui umat Islam
Miqat merupakan sebuah tempat untuk calon jamaah umroh maupun haji untuk mengawali niat melaksanakan umroh maupun haji dan memakai ihram. dari tempat miqat, ia harus mulai menghindari larangan dalam ibadah umroh maupun haji.
Pada zaman nabi Muhammad SAW sudah ditentukan beberapa miqat bagi jamaah umroh dan haji dari berbagai Kawasan. Penjelasan miqat dapat dilihat berdasar hadis riwayat Abdullah bin Umar dalam Sahih Bukhori.
أنَّ رَجُلًا قَامَ في المَسْجِدِ، فَقالَ: يا رَسولَ اللَّهِ، مِن أيْنَ تَأْمُرُنَا أنْ نُهِلَّ؟ فَقالَ رَسولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: يُهِلُّ أهْلُ المَدِينَةِ مِن ذِي الحُلَيْفَةِ، ويُهِلُّ أهْلُ الشَّأْمِ مِنَ الجُحْفَةِ، ويُهِلُّ أهْلُ نَجْدٍ مِن قَرْنٍ. وقالَ ابنُ عُمَرَ: ويَزْعُمُونَ أنَّ رَسولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ قالَ: ويُهِلُّ أهْلُ اليَمَنِ مِن يَلَمْلَمَ. وكانَ ابنُ عُمَرَ يقولُ: لَمْ أفْقَهْ هذِه مِن رَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّم
Artinya, “Seorang laki-laki yang berada di masjid bertanya kepada Nabi, “Dari mana engkau memerintahkan kami untuk bertalbiyah?” Rasulullah SAW lalu menjawab, “Penduduk Madinah bertalbiyah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, dan penduduk Najd di Qarn.” Ibnu Umar berkata: para sahabat mengira bahwa Nabi SAW berkata: penduduk Yaman bertalbiyah dari Yalamlam. Namun Ibnu Umar berkata: Aku tidak tahu hal itu dari Rasulullah.” (H.R al-Bukhari)
bertalbiyah yang dimaksud hadis diatas adalah memulai miqat, yang dalam hadis lain dijelaskan Abdullah bin Abbas:
أنَّ رَسولَ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عليه وسلَّمَ وَقَّتَلأَهْلِالمَدِينَةِذَاالحُلَيْفَةِ، وَلأَهْلِ الشَّامِ الجُحْفَةَ، وَلأَهْلِ نَجْدٍ قَرْنَ المَنَازِلِ، وَلأَهْلِ اليَمَنِ يَلَمْلَمَ، وَقالَ: هُنَّ لهمْ، وَلِكُلِّ آتٍ أَتَى عليهنَّ مِن غيرِهِنَّ، مِمَّنْ أَرَادَ الحَجَّ وَالْعُمْرَةَ، وَمَن كانَ دُونَ ذلكَ، فَمِنْ حَيْثُ أَنْشَأَ، حتَّى أَهْلُ مَكَّةَ، مِن مَكَّةَ
Sesungguhnya Nabi SAW telah menentukan miqat untuk penduduk Madinah di Dzul Hulaifah, penduduk Syam di Juhfah, penduduk Najd di Qarn al-Manazil, penduduk Yaman di Yalamlam. Nabi bersabda: “Dari tempat-tempat itu lah mereka miqat. Dan juga bagi para pendatang yang akan haji dan umrah dari tempat-tempat tersebut. Bagi orang yang berada selain dari tempat-tempat itu, maka dari tempat tinggalnya, sehingga bagi penduduk Makkah, miqatnya di Makkah.”
Berdasar dua hadis diatas dapat digarisbawahi bahwa Nabi Muhammad SAW, Menentukan empat miqat: 1. Dzulhulaifah bagi penduduk Madinah yang berjarak sekitar 420 KM dari Makkah, 2. Juhfah bagi penduduk Syam, berjarak 190 KM dari Makkah, 3. Qarn bagi penduduk Najd, berjarak 75 KM dari Makkah, 4. Yalamlam bagi penduduk Yaman, berjarak 85 KM dari Makkah.
Jamaah Indonesia yang datang dari Madinah maka bisa mengambil miqat dari Bir Ali atau Dzulhijjah, Miqat makani jamaah Umrah terdiri dari dua kategori:
- Miqat Makani jamaah Indonesia yang datang dari Madinah maka bisa melakukan miqat di Dzulhulaifah (Bir Ali)
- Miqat Makani jamaah Indonesia yang datang melalui Jeddah bisa dilakukan didalam pesawat sejajar dengan yalamlam atau Qarnul Manazil, karena pergerakan pesawat begitu cepat, maka harus berniat ketika pesawat sudah benar benar sejajar, maka biasanya awak pesawat memberi aba aba pesawat akan mendekati Miqat.