Tata cara umroh lengkap dengan bacaannya

Kategori : Umrah, Doa Umroh, Ditulis pada : 09 Maret 2026, 09:18:41

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at.png

Ibadah yang paling dimimpikan oleh seorang muslim selain Haji adalah Umroh. Ibadah yang satu ini dapat dilakukan kapan saja di sepanjang tahun, Umroh mempunyai arti sebagai perantara diri untuk mendekat kepada sang pencipta (Allah SWT). Momen istimewa dari Perjalanan umroh adalah memiliki  kesempatan untuk mencontoh jejak Rasulullah SAW.  Dengan tata cara sesuai sunnahnya, dan mengharap ibadah yang dikerjakan menjadi lebih bermakna dan diterima oleh Allah SWT.

Umroh tidak hanya merupakan momen spiritual, tetapi juga cara bagi umat Islam untuk membersihkan jiwa, menyucikan diri, dan memperkuat iman. Untuk memastikan bahwa ibadah ini benar-benar bernilai tinggi di sisi-Nya, sangat penting untuk menjalankan setiap langkah ibadah ini sesuai dengan cara yang telah dicontohkan oleh Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.

Dalam artikel ini, kita akan membahas fikih Syafi'i tentang cara terbaik untuk umrah, berdasarkan penjelasan Syaikh Muhammad "Ali Ba'athiyyah." Semoga informasi ini bermanfaat bagi mereka yang baru memulai ibadah umrah atau yang ingin meningkatkan kualitas ibadah umrahnya.

Hukum Umroh dalam Islam

 Dalam Islam, umroh dianggap sebagai ibadah yang sangat dianjurkan. Para ulama setuju bahwa itu memiliki status hukum sunnah muakkad, yang berarti sangat dianjurkan untuk dilakukan, tetapi tidak wajib. Ulama dari Mazhab Hanafi dan Maliki banyak yang mendukung pendapat ini. Mereka berpegang pada hadits Jabir bin Abdillah yang mengatakan bahwa Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam menganggap umroh sebagai ibadah yang sangat utama namun tidak wajib. Di antara sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam adalah:

فَقَالَ: لاَ، وَأَنْ تَعْتَمِرَ فَهُوَ أَفْضَلُ

 Artinya: "Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, 'Tidak wajib, tetapi jika engkau berumrah maka itu afdhal atau lebih utama,'" (HR Tirmidzi).

 Namun, ulama Mazhab Syafi'i dan Hambali berpendapat bahwa umroh wajib bagi mereka yang mampu. Pendapat ini didasarkan pada ayat dalam Al-Qur'an dalam Surat Al-Baqarah ayat 196, yang berbunyi sebagai berikut:

 وَأَتِمُّوا الْحَجَّ وَالْعُمْرَةَ لِلَّهِ

 Artinya: "Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah" (QS. Al-Baqarah: 196).

Rukun dan Syarat Wajib Umroh

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (1).png

1. Rukun Umroh

Setiap jemaah harus memenuhi lima syarat umrah:

  • Ihram: Menjalankan ibadah dengan tujuan umrah.
  • Tawaf Umrah: Berputar di sekitar Ka'bah sebanyak tujuh kali.
  • Sai Umrah: Berjalan tujuh kali antara Bukit Safa dan Marwah.
  • Halq: mencukur rambut laki-laki atau memendekkan rambut wanita.
  • Berurutan: Semua syarat umrah harus dipenuhi secara bertahap.

2. Syarat Wajib Umroh

Ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi sebelum dapat melakukan umrah, di antaranya:

  • Muslim: Umrah hanya diwajibkan untuk orang-orang yang beragama Islam.
  • Merdeka: Jemaah umrah tidak boleh menjadi budak. \
  • Mukallaf: Orang yang telah baligh, berakal, dan diwajibkan untuk memenuhi kewajiban syariat.
  • Mampu (Mustathi): Memiliki kemampuan fisik dan keuangan untuk melakukan perjalanan umrah.
  • Bebas Gangguan: Selama perjalanan, jemaah harus berada dalam kondisi aman dan tidak mengalami gangguan.\

Miqat (Tempat dan Waktu)

  • Miqat Zamani (Waktu): Umrah dapat dilakukan kapan saja, selama tidak termasuk waktu yang dilarang.
  • Miqat Makani (Tempat): Beberapa miqat berbeda-beda tergantung lokasi jemaah, tetapi tempat di mana seseorang harus memulai ihram sebelum memasuki wilayah yang lebih dekat dengan Mekah disebut miqat makani. Menurut wilayah, ini adalah miqat: Yaman memiliki miqat di Yalamlam, Najd memiliki miqat di Qarnul Manazil, Irak dan Khurasan memiliki miqat di Dzatu 'Irq. Syam, Mesir, dan Maghrib memiliki miqat di Al-Juhfah, dan Madinah memiliki miqat di Dzulhulaifah.
  • Jemaah yang tinggal di antara miqat dan Mekah memiliki miqatnya sendiri. Jika seseorang melewati miqat dan baru ingin melakukan umrah, ia harus kembali ke miqat tersebut; jika tidak, ia akan dikenakan damm.

 Bacaan Saat Menjalankan Rukun Umroh

Setiap rukun umroh memiliki bacaan yang disarankan untuk dilafalkan. Berikut adalah bacaan yang dapat dilafalkan selama rukun umroh

a. Bacaan Niat (Ihram):

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (2).png

Saat memulai ihram, para jamaah disarankan untuk melafalkan niat mereka untuk umroh dengan kalimat-kalimat berikut:

لَبَّيْكَ اللَّـهُمَّ عُمْرَةً

“Labbaik Allahumma Umratan”

Artinya: “Aku sambut panggilan-Mu, ya Allah, untuk melaksanakan umroh.”

Setelah berniat ihram, jamaah juga dianjurkan untuk memperbanyak bacaan talbiyah, seperti yang berikut:

لَبَّيْكَ اللَّهُمَّ لَبَّيْكَ، لَبَّيْكَ لَا شَرِيكَ لَكَ لَبَّيْكَ، إِنَّ الْحَمْدَ وَالنِّعْمَةَ لَكَ وَالْمُلْك، لَا شَرِيكَ لَكَ

“Labbaik Allahumma labbaik, labbaika laa syariika laka labbaik. Innal hamda, wan ni’mata, laka wal mulk, laa syariika lak.”

Artinya: “Aku datang memenuhi panggilan-Mu ya Allah, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Tiada sekutu bagi-Mu, aku datang memenuhi panggilan-Mu. Sesungguhnya segala pujian, nikmat, dan kekuasaan adalah milik-Mu, tiada sekutu bagi-Mu.”

b. Bacaan Thawaf

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (3).png

Selama thawaf, tidak ada bacaan tertentu yang harus dilafalkan, tetapi jamaah disarankan untuk memperbanyak doa dan dzikir. Mereka dapat membaca doa atau dzikir sesuai keinginan mereka di setiap putaran thawaf. Satu bacaan yang sering dilantunkan adalah:

سُبْحَانَ اللَّهِ وَالْحَمْدُ لِلَّهِ وَلَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَاللَّهُ أَكْبَر
“Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallah wallahu akbar.”

Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah Maha Besar.

c. Bacaan Sai

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (4).png

Para jamaah diizinkan untuk berdoa dan berdzikir sepanjang jalan antara Safa dan Marwah. Saat mereka berada di atas Bukit Safa dan Marwah, mereka dapat melafalkan ayat-ayat berikut:

إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ
“Innash shafaa wal marwata min sya’aairillah.”

Artinya: “Sesungguhnya Safa dan Marwah adalah sebagian dari syiar Allah.” (QS. Al-Baqarah: 158)

Selain itu, jamaah juga dianjurkan untuk memperbanyak doa yang dipanjatkan kepada Allah SWT selama sa’i.

d. Bacaan Tahallul

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (5).png

Saat tahallul, tidak ada bacaan khusus yang diucapkan. Namun, setelah memotong rambut, jamaah disarankan untuk mengucapkan hamdalah atau doa meminta ampunan dan ridha dari Allah SWT.

e. Bacaan Umum

Salinan Copy of Copy of Copy of MoreDetails at (6).png

Jamaah disarankan untuk memperbanyak dzikir, shalawat, dan doa selama berada dalam kondisi ihram hingga menyelesaikan seluruh umroh. Ini adalah kesempatan yang luar biasa untuk memohon kebaikan kepada Allah SWT untuk diri sendiri, keluarga, dan orang lain.

Rukun umroh adalah bagian penting dari ibadah umroh. Setiap langkah dalam ibadah umroh mengajarkan ketulusan, kesederhanaan, dan ketaatan, dari niat ihram, thawaf, sa'i, hingga tahallul. Setiap rukun memiliki maknal yang mendalam dan menjadi sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Selain itu, melakukan bacaan yang disarankan selama rukun umroh meningkatkan kehusyukan dalam beribadah.

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id