3 Amalan Penting di Bulan Dzulhijjah yang Pahalanaya sangat Besar

Kategori : Haji, Sejarah, Ditulis pada : 08 Mei 2026, 10:44:05

Bulan Dzulhijjah bukan cuma identik dengan Idul Adha atau musim haji. Lebih dari itu, bulan ini adalah salah satu momen terbaik untuk “upgrade” kualitas iman dan taqwa kita kepada Allah swt.

Dalam Islam, Dzulhijjah termasuk salah satu dari empat bulan mulia yang dikenal dengan istilah Al-Asyhurul Hurum, yaitu Dzulqa’dah, Dzulhijjah, Muharram, dan Rajab. Pada bulan-bulan ini, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak amal saleh dan menjaga diri dari maksiat.

Bagi Gen Z sekarang, mungkin Dzulhijjah sering dianggap sekadar bulan kurban atau momen libur Idul Adha. Padahal kalau dipahami lebih dalam, bulan ini menyimpan banyak “special event” spiritual yang bisa menjadi jalan mendekatkan diri kepada Allah swt.

Salah satu peristiwa paling besar di bulan Dzulhijjah adalah turunnya ayat tentang kesempurnaan agama Islam. Allah swt. berfirman:

الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا

Artinya:
“Pada hari ini telah Aku sempurnakan untuk kalian agama kalian, Aku cukupkan nikmat-Ku atas kalian, dan Aku ridai Islam sebagai agama kalian.” (QS. Al-Ma’idah: 3)

Para ulama menjelaskan bahwa ayat ini turun ketika Rasulullah saw. melaksanakan Haji Wada’, tepatnya pada Hari Arafah di bulan Dzulhijjah. Hal ini menunjukkan bahwa bulan Dzulhijjah memiliki kedudukan yang sangat agung dalam Islam.

Lalu apa saja amalan yang dianjurkan di bulan Dzulhijjah? Ada tiga amalan penting yang sangat dianjurkan di bulan dzulhijjah :

1.  Puasa Dzulhijjah: Amalan penghapus dosa

Salah satu amalan yang sering diremehkan padahal pahalanya luar biasa adalah puasa di awal bulan Dzulhijjah. Puasa sunnah ini dilakukan pada tanggal 1 sampai 9 Dzulhijjah. Khusus tanggal 8 disebut puasa Tarwiyah dan tanggal 9 dikenal sebagai puasa Arafah.

Rasulullah saw. bersabda:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال : قال رسول الله صلى الله عليه وسلم :

ما مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فيها أحبُّ إلى الله من هذه الأيام يعني أيام العشر قالوا: يا رسول الله، ولا الجهاد في سبيل الله ؟ قال: ولا الجهاد في سبيل الله، إلا رجل خرج بنفسه وماله فلم يَرْجِع من ذلك بشيء

[صحيح] - [رواه البخاري وأبو داود واللفظ له] - [سنن أبي داود - 2438]

Artinya : Dari Abdullah bin Abbas r.a., ia berkata bahwa Rasulullah ﷺ bersabda:

“Tidak ada hari-hari di mana amal saleh pada hari-hari itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini,” yaitu sepuluh hari pertama bulan Dzulhijjah. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, apakah juga lebih utama daripada jihad di jalan Allah?” Beliau menjawab, “Bahkan lebih utama daripada jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad dengan jiwa dan hartanya, lalu ia tidak kembali dengan membawa apa pun (karena gugur syahid).” (HR. Al-Bukhari dan Abu Dawud)

Dalam hadits tersebut bahkan dijelaskan bahwa keutamaan amal di sepuluh hari pertama Dzulhijjah melebihi jihad fi sabilillah, kecuali jihad yang membuat seseorang gugur syahid dengan seluruh hartanya. Artinya apa?
Di momen ini, pahala amal benar-benar “auto naik level”.

Puasa Arafah sendiri memiliki keutamaan yang sangat besar. Puasa Arafah adalah amalan yang disunnahkan bagi orang yang tidak berhaji. Dari Abu Qotadah, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ

Artinya : “Puasa Arafah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyura (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” (HR. Muslim no. 1162)

Namun perlu dipahami, tidak semua hari di bulan Dzulhijjah boleh digunakan untuk berpuasa. Tanggal 10 sampai 13 Dzulhijjah justru diharamkan untuk puasa karena termasuk Hari Raya Idul Adha dan hari-hari Tasyrik. Rasulullah saw. bersabda:

أَيَّامُ التَّشْرِيقِ أَيَّامُ أَكْلٍ وَشُرْبٍ وَذِكْرِ اللَّهِ

Artinya:
“Hari Tasyrik adalah hari makan, minum, dan berdzikir kepada Allah.” (HR. Muslim)

Dalam kitab Fathul Mu’in, Syekh Zainuddin Al-Malibari juga menjelaskan:

يَحْرُمُ الصَّوْمُ فِي أَيَّامِ التَّشْرِيقِ وَالْعِيدَيْنِ

Artinya:
“Haram berpuasa pada hari-hari Tasyrik dan dua hari raya.”

Jadi, Islam mengajarkan keseimbangan. Ada waktu untuk menahan diri lewat puasa, ada juga waktu untuk menikmati nikmat Allah sambil tetap berdzikir.

2.  Ibadah Haji: Perjalanan Spiritual Seumur Hidup

Kalau Ramadhan disebut bulan Al-Qur’an, maka Dzulhijjah dikenal sebagai bulan haji. Pada bulan inilah jutaan umat Islam dari berbagai negara berkumpul di Tanah Suci untuk melaksanakan rukun Islam yang kelima. Allah swt. berfirman:

وَلِلَّهِ عَلَى النَّاسِ حِجُّ الْبَيْتِ مَنِ اسْتَطَاعَ إِلَيْهِ سَبِيلًا

Artinya:
“Dan kewajiban manusia terhadap Allah adalah melaksanakan haji ke Baitullah bagi yang mampu menempuh perjalanan ke sana.” (QS. Ali Imran: 97)

Ayat ini menegaskan bahwa haji wajib bagi Muslim yang mampu, baik secara fisik, finansial, maupun keamanan perjalanan. Dan haji itu juga wajib dilaksanakan sekali seumur hidup bagi yang mampu, berakad dan baligh sesuai dengan sabda Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam :

الْحَجُّ مَرَّةً، فَمَنْ زَادَ فَهُوَ تَطَوُّعٌ

Artinya: “Kewajiban haji itu sekali. Barang siapa menambah lebih dari sekali maka hukumnya sunnah.” (HR. Ahmad)

Bagi sebagian orang, perjalanan haji mungkin terlihat seperti perjalanan biasa. Padahal sejatinya, haji adalah perjalanan spiritual yang mengajarkan kesabaran, keikhlasan, persaudaraan, dan totalitas ibadah kepada Allah swt.

3. Berkurban: Bukti Taqwa dan Kepedulian Sosial

Kalau mendengar kata Idul Adha, yang langsung terbayang pasti sapi, kambing, dan daging kurban. Tapi sebenarnya, esensi kurban bukan cuma soal menyembelih hewan, melainkan tentang ketaatan dan pengorbanan kepada Allah swt. Ibadah kurban menjadi simbol keteladanan Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ismail a.s. yang rela menjalankan perintah Allah tanpa ragu.

Allah swt. berfirman:

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

Artinya:
“Maka dirikanlah shalat karena Tuhanmu dan berkurbanlah.” (QS. Al-Kautsar: 2)

Ayat ini menunjukkan bahwa kurban adalah ibadah yang memiliki nilai besar di sisi Allah swt. Rasulullah saw. juga menjelaskan keutamaan ibadah kurban dalam hadits riwayat Aisyah:

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا : أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ((مَا عَمِلَ آدَمِيٌّ مِنْ عَمَلٍ يَوْمَ النَّحْرِ أَحَبُّ إِلَى اللَّهِ مِنْ إِهْرَاقِ الدَّمِ، إِنَّهُ لَيَأْتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ بِقُرُونِهَا وَأَشْعَارِهَا وَأَظْلَافِهَا، وَإِنَّ الدَّمَ لَيَقَعُ مِنَ اللَّهِ بِمَكَانٍ قَبْلَ أَنْ يَقَعَ مِنَ الْأَرْضِ، فَطِيبُوا بِهَا نَفْسًا.)) الحديث أخرجه الترمذي 4/ 83 و ابن ماجه 2/ 1045 و الحاكم في مستدركه 4/ 246 و البيهقي في سننه 9/ 261

Artinya: Dari Aisyah r.a., bahwa Rasulullah ﷺ bersabda: “Tidak ada amalan yang dilakukan anak Adam pada hari Idul Adha yang lebih dicintai Allah daripada menyembelih hewan kurban. Sesungguhnya hewan kurban itu akan datang pada hari kiamat lengkap dengan tanduk, bulu, dan kukunya. Dan sungguh, darah hewan kurban itu telah sampai di sisi Allah sebelum jatuh ke tanah. Maka lakukanlah kurban itu dengan hati yang ikhlas dan senang.” (HR. At-Tirmidzi, Ibnu Majah, Al-Hakim, dan Al-Baihaqi)

Jadi, kurban bukan cuma soal “siapa yang nyembelih sapi paling besar”, tapi tentang seberapa besar keikhlasan kita dalam mendekatkan diri

Dzulhijjah: Saatnya “Reset” Hati dan Iman

Di era sekarang, hidup sering penuh distraksi. Scroll media sosial tanpa sadar berjam-jam, sibuk mengejar dunia, sampai kadang lupa memperbaiki hubungan dengan Allah. Nah, Dzulhijjah hadir sebagai momentum untuk “reset” diri. Mulai dari:

  1. Memperbanyak dzikir,
  2. Puasa sunnah,
  3. Sedekah,
  4. Membaca al-qur’an,
  5. Sampai berkurban dan berhaji bagi yang mampu.

Semua amalan itu bukan sekadar ritual tahunan, tapi jalan untuk memperkuat iman dan meningkatkan kualitas taqwa. Karena pada akhirnya, yang Allah lihat bukan seberapa ramai postingan Idul Adha kita, tapi seberapa tulus hati kita dalam beribadah kepada-Nya.

Semoga Allah swt. memberikan kita kesempatan untuk memaksimalkan amal di bulan Dzulhijjah dan menerima seluruh ibadah yang kita lakukan. Aamiin ya Rabbal ‘Alamin.

Adzhan Mahdi, Lc

Instagram: https://www.instagram.com/hanahtour?utm_source=ig_web_button_share_sheet&igsh=ZDNlZDc0MzIxNw==

 

>>>>> HUBUNGI KAMI <<<<<

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id