Sejarah Bulan Muharram dan 14 Peristiwa Penting Para Nabi di Dalamnya

Kategori : Travel Umroh Lamongan, Muharram, Ditulis pada : 22 Juni 2026, 15:13:06

Bulan Muharram merupakan bulan pembuka dalam kalender Hijriyah atau kalender Islam. Bagi umat Islam, bulan ini bukan sekadar pergantian angka tahun, melainkan sebuah momentum yang sangat bersejarah.

Secara bahasa, kata Muharram berasal dari kata Arab: Harrama - Yuharrimu - Tahriiman - Muharrimun - wa - Muhharramun, yang memiliki arti diharamkan. Dari akar kata ini, bulan Muharram dapat dimaknai sebagai bulan yang suci dan sangat dimuliakan.

Di dalam bulan ini, terdapat banyak peristiwa besar yang menjadi bukti nyata atas kekuasaan Allah SWT kepada para kekasih-Nya. Mari kita bedah sejarah panjang lahirnya penanggalan Islam serta rentetan peristiwa besar di dalamnya.

Sejarah Lahirnya Kalender Hijriyah

Asal-muasal lahirnya penanggalan Hijriyah serta penetapan Muharram sebagai bulan pembuka dijelaskan secara runtut oleh Ibnu Hajar al-Asqalani dalam kitabnya yang kesohor, Fathul-Baari.

Penyusunan kalender Islam ini diawali pada tahun 17 Hijriyah, ketika Gubernur Abu Musa Al-Asy'ari mengirimkan selembar surat kepada Khalifah Umar bin Khattab. Dalam surat tersebut, sang Gubernur menyampaikan keresahan dan kebingungannya perihal surat-surat dinas dari pusat yang tidak memiliki keterangan tahun.

Pada masa itu, umat Muslim memang masih mengadopsi tradisi Arab pra-Islam dalam urusan penanggalan, yaitu hanya menuliskan sebatas tanggal dan bulan tanpa menyertakan angka tahun di dalamnya. Kondisi ini menyulitkan para gubernur dan pejabat dalam melakukan pengarsipan dokumen negara. Dari keresahan administratif inilah, muncul gagasan awal untuk menetapkan kalender resmi umat Islam.

Musyawarah Penentuan Tahun Pertama

Menindaklanjuti surat dari Abu Musa al-Asy'ari, Khalifah Umar bin Khattab segera bergerak cepat. Beliau memanggil para sahabat terkemuka untuk membentuk tim penyusun kalender Islam. Tim tersebut beranggotakan:

  • Ali bin Abi Thalib RA
  • Abdurrahman bin Auf RA
  • Utsman bin Affan RA
  • Zubair bin Awwam RA
  • Sa'ad bin Abi Waqqas RA
  • Thalhah bin Ubaidillah RA

Dalam jalannya musyawarah, mulailah dibahas mengenai kapan tahun pertama Islam harus dimulai. Muncul beberapa usulan dari para sahabat:

  1. Dimulai dari Tahun Gajah (tahun kelahiran Nabi Muhammad ﷺ).
  2. Dimulai dari tahun wafatnya Nabi Muhammad ﷺ.
  3. Dimulai dari tahun pengangkatan beliau menjadi Rasul.
  4. Dimulai dari tahun hijrahnya Rasulullah ﷺ ke Madinah.

Dari keempat opsi tersebut, usulan dari Ali bin Abi Thalib RA yang akhirnya disepakati. Peristiwa hijrahnya Rasulullah ﷺ dari Mekkah ke Madinah resmi dipilih sebagai awal tahun Islam. Pertimbangannya, hijrah merupakan sebuah peristiwa besar dan menjadi simbol perpindahan dari masa jahiliyah menuju pembentukan masyarakat madani yang berdaulat.

Alasan Muharram Dipilih Sebagai Bulan Pembuka

Setelah urusan angka tahun selesai, tim sahabat melanjutkan pembahasan mengenai bulan apa yang harus dijadikan sebagai bulan pertama untuk mengawali tahun.

Sempat muncul usulan untuk menggunakan bulan Rabi' al-Awwal sebagai bulan pertama, karena Rasulullah ﷺ secara nyata melakukan hijrah pada bulan tersebut. Namun, usulan ini ditolak.

Khalifah Umar bin Khattab justru memilih bulan Muharram sebagai bulan pertama dalam susunan tahun Hijriyah, sebuah pendapat yang didukung penuh oleh Utsman bin Affan RA.

Alasan mendasar pemilihan bulan Muharram adalah karena meskipun perjalanan fisik hijrah terjadi di bulan Rabi' al-Awwal, namun wacana dan permulaan hijrah itu sendiri sudah dimulai sejak bulan Muharram.

Khalifah Umar menjelaskan bahwa ide dan tekad untuk hijrah lahir setelah beberapa sahabat melakukan Baiat Aqabah kepada Nabi ﷺ yang dilaksanakan pada penghujung bulan Dzulhijjah. Maka, bulan baru yang muncul tepat setelah Dzulhijjah adalah bulan Muharram. Oleh sebab itu, Muharram resmi disepakati menjadi bulan pembuka tahun Hijriyah.

14 Peristiwa Penting Para Nabi di Bulan Muharram

Selain nilai sejarah kalendernya, Muharram bertabur mukjizat. Dalam kitab klasik umat Islam, Kitab I'anah at-Thalibin (Juz II, halaman 267), merangkum 14 peristiwa besar dan bersejarah yang dialami para Nabi terdahulu di bulan Muharram, di antaranya:

  1. Nabi Adam AS: Diterimanya taubat Nabi Adam AS oleh Allah SWT setelah diturunkan dari surga.
  2. Nabi Idris AS: Diangkatnya Nabi Idris AS oleh Allah SWT ke tempat yang tinggi (langit).
  3. Nabi Nuh AS: Diturunkannya Nabi Nuh AS dari kapal dengan selamat setelah dunia dilanda banjir bandang dahsyat.
  4. Nabi Ibrahim AS: Diselamatkannya Nabi Ibrahim AS dari kobaran api besar milik Raja Namrud yang zalim.
  5. Nabi Musa AS: Diturunkannya kitab suci Taurat secara langsung kepada Nabi Musa AS.
  6. Nabi Yusuf AS: Bebas dan dikeluarkannya Nabi Yusuf AS dari dalam penjara akibat fitnah.
  7. Nabi Ya'qub AS: Disembuhkannya kebutaan mata Nabi Ya'qub AS melalui wasilah perantara pakaian anaknya, Nabi Yusuf AS.
  8. Nabi Ayyub AS: Disembuhkannya Nabi Ayyub AS dari penyakit kulit kronis yang dideritanya bertahun-tahun.
  9. Nabi Yunus AS: Dikeluarkannya Nabi Yunus AS dengan selamat dari dalam perut ikan Nun (paus raksasa).
  10. Bani Israil: Disibakkannya (dibelahnya) Laut Merah bagi Nabi Musa dan Bani Israil yang melarikan diri dari kejaran Raja Firaun Mesir yang kejam.
  11. Nabi Dawud AS: Diampuninya Nabi Dawud AS oleh Allah SWT dari kesalahannya.
  12. Nabi Sulaiman AS: Diberikannya kekuasaan besar berupa kerajaan yang megah kepada Nabi Sulaiman AS.
  13. Nabi Isa AS: Diangkatnya Nabi Isa AS ke langit oleh Allah SWT setelah dikepung oleh bangsa Romawi.
  14. Nabi Muhammad ﷺ: Diampuninya kesalahan yang telah lewat maupun yang akan datang dari Nabi Muhammad ﷺ.

Kemuliaan Bulan Haram dalam Al-Qur'an

Rentetan peristiwa di atas menjadi bukti konkret mengapa Muharram disebut sebagai bulan yang mulia dan penuh keistimewaan. Bahkan, Allah SWT menetapkan Muharram sebagai salah satu dari empat bulan haram (suci) dalam Al-Qur'an melalui firman-Nya:

"Sesungguhnya bilangan bulan pada sisi Allah adalah 12 bulan, dalam ketetapan Allah di waktu Dia menciptakan langit dan bumi, di antaranya empat bulan haram (suci). Itulah (ketetapan) agama yang lurus, maka janganlah kamu menganiaya diri kamu dalam bulan yang empat itu." (QS. At-Taubah: 36).

Kesimpulan

Sejarah penanggalan Islam mengajarkan kita pentingnya organisasi dan persatuan, sementara kisah mukjizat para nabi memberikan pelajaran tentang indahnya kesabaran dan pertolongan Allah. Muharram adalah bulan yang bersih untuk memulai sesuatu yang baru.

Menyambut bulan mulia ini dengan peningkatan ibadah adalah pilihan terbaik. Bagi Anda yang ingin merenungi jejak sejarah Islam secara langsung di Baitullah, kami siap memfasilitasi perjalanan ibadah umrah dan ziarah Anda. Kami berkomitmen memberikan pelayanan amanah, bimbingan ibadah yang matang, serta kenyamanan terbaik di Tanah Suci. Selamat menyambut Tahun Baru Islam!

>>>>>HUBUNGI KAMI<<<<<

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id