Air Zamzam: Sejarah, Keutamaan, Doa, dan Adab Minumnya Saat Umrah
Air Zamzam merupakan salah satu nikmat Allah ta’ala yang memiliki kedudukan istimewa bagi umat Islam. Air yang berada di kawasan Masjidil Haram, Makkah, ini memiliki sejarah yang sangat erat dengan Nabi Ibrahim ‘alaihissalam, Siti Hajar, dan Nabi Ismail ‘alaihissalam. Bagi jamaah haji dan umrah, meminum air Zamzam menjadi salah satu momen yang sangat dinantikan ketika berada di Tanah Suci.
Selain memiliki sejarah yang panjang, air Zamzam juga disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad ﷺ sebagai air yang penuh keberkahan. Karena itu, jamaah hendaknya tidak sekadar meminumnya, tetapi juga memahami sejarah, keutamaan, doa, serta adab ketika menikmati air Zamzam.
Sejarah Air Zamzam
Sejarah air Zamzam tidak dapat dipisahkan dari kisah Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan keluarganya. Ketika Nabi Ibrahim ‘alaihissalam menempatkan Siti Hajar dan putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam, di sebuah lembah yang tandus atas perintah Allah ta’ala, tidak terdapat sumber air yang dapat memenuhi kebutuhan mereka.
Ketika persediaan air yang dibawa mulai habis, Siti Hajar berusaha mencari air untuk putranya. Ia berjalan menuju Bukit Shafa, kemudian menuju Marwah. Karena tidak menemukan sumber air, ia kembali melakukan perjalanan tersebut hingga tujuh kali.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Imam Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma, diceritakan bahwa setelah Siti Hajar melakukan usaha tersebut, Allah ta’ala mengutus Jibril ‘alaihissalam. Kemudian air Zamzam memancar dari tempat Nabi Ismail ‘alaihissalam berada.
Peristiwa tersebut menjadi salah satu latar belakang disyariatkannya sa'i antara Shafa dan Marwah dalam ibadah haji dan umrah.
Keutamaan Air Zamzam
Air Zamzam memiliki keutamaan yang disebutkan dalam hadis Rasulullah ﷺ. Dari Abu Dzar Al-Ghifari rahiyallahu ‘anhu “
عن النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم في زمزمَ قال : إنَّها مُباركةٌ وهي طعامُ طُعمٍ، وشفاءُ سُقمٍ
Artinya: "Dari Nabi ﷺ mengenai air Zamzam, beliau bersabda, 'Sesungguhnya air Zamzam itu penuh keberkahan. Ia merupakan makanan yang mengenyangkan dan obat bagi penyakit." (HR. Thabrani no. 1640, hadis shahih)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa air Zamzam bukanlah air biasa. Allah ta’ala memberikan keberkahan padanya sehingga umat Islam dianjurkan untuk menghargai dan mensyukuri nikmat tersebut.
Air Zamzam Sesuai dengan Tujuan Orang yang Meminumnya
Terdapat pula hadis yang masyhur mengenai air Zamzam:
مَاءُ زَمْزَمَ لِمَا شُرِبَ لَهُ
Artinya: "Air Zamzam itu sesuai dengan tujuan orang yang meminumnya."
Hadis ini diriwayatkan oleh Ibnu Majah no.3062 dan Ahmad no.14849 dan dinilai shahih atau hasan oleh sejumlah ulama.
Hadis tersebut menjadi salah satu dasar bagi anjuran untuk menghadirkan niat dan memperbanyak doa ketika minum air Zamzam. Seorang muslim dapat memohon kepada Allah ta’ala berbagai kebaikan yang diharapkannya, karena pada hakikatnya hanya Allah yang memberikan manfaat dan mengabulkan doa.
Doa Minum Air Zamzam
Tidak terdapat hadis shahih yang menetapkan satu doa tertentu sebagai doa wajib ketika minum air Zamzam. Namun, terdapat doa yang masyhur di kalangan ulama dan masyarakat muslim yang dapat dibaca ketika meminumnya.
اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ عِلْمًا نَافِعًا، وَرِزْقًا وَاسِعًا، وَشِفَاءً مِنْ كُلِّ دَاءٍ
Allahumma inni as'aluka 'ilman nafi'an, wa rizqan wasi'an, wa syifa'an min kulli da'in.
Artinya : "Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu ilmu yang bermanfaat, rezeki yang luas, dan kesembuhan dari segala penyakit."
Selain doa tersebut, jamaah juga dapat memanjatkan doa sesuai kebutuhan masing-masing, seperti memohon kesehatan, keberkahan, keturunan yang saleh, rezeki yang halal, ampunan dosa, serta kesempatan untuk kembali ke Tanah Suci.
Adab Minum Air Zamzam Saat Umrah
Ketika meminum air Zamzam, jamaah hendaknya memperhatikan beberapa adab agar momen tersebut dapat dilakukan dengan baik.
- Membaca Basmalah
Sebelum minum, dianjurkan membaca:
بِسْمِ اللَّهِ
Bismillāh.
Artinya : "Dengan nama Allah."
- Menggunakan Tangan Kanan
Menggunakan tangan kanan ketika makan dan minum termasuk adab yang diajarkan oleh Rasulullah ﷺ.
- Minum Air Zamzam Berdiri atau Duduk?
Salah satu pertanyaan yang sering muncul di kalangan jamaah adalah apakah air Zamzam harus diminum dalam keadaan berdiri.
Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas radhiyallahu ‘anhuma disebutkan:
سَقَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ مِنْ زَمْزَمَ فَشَرِبَ وَهُوَ قَائِمٌ
Artinya: "Aku memberikan minum kepada Rasulullah ﷺ dari air Zamzam, lalu beliau meminumnya dalam keadaan berdiri." (HR. Al-Bukhari no. 1637 dan Muslim no. 2027)
Hadis tersebut menunjukkan bahwa Rasulullah ﷺ pernah minum air Zamzam dalam keadaan berdiri. Para ulama kemudian memiliki perincian dalam memahami hukum dan adabnya.
Secara ringkas, dalam pembahasan fikih empat mazhab terdapat perbedaan dalam masalah apakah berdiri secara khusus merupakan sunnah ketika minum Zamzam atau menunjukkan kebolehan. Sebagian ulama Hanafiyah menganjurkan minum Zamzam sambil berdiri. Dalam mazhab Maliki terdapat perincian dan tidak tepat jika dinyatakan secara mutlak bahwa berdiri selalu disunnahkan. Adapun dalam mazhab Syafi'i, minum Zamzam sambil berdiri dibolehkan berdasarkan hadis tersebut, sementara minum sambil duduk juga diperbolehkan. Ulama Hanabilah juga membolehkan minum Zamzam sambil berdiri berdasarkan riwayat tentang Rasulullah ﷺ.
Dengan demikian, jamaah tidak perlu memperselisihkan apakah air Zamzam harus diminum sambil berdiri atau duduk. Keduanya diperbolehkan. Jamaah yang ingin minum sambil berdiri memiliki dasar dari perbuatan Rasulullah ﷺ, sedangkan jamaah yang memilih duduk juga tidak perlu merasa bahwa minumnya kurang sah atau kurang sempurna.
- Berdoa kepada Allah ta’ala
Manfaatkan kesempatan minum air Zamzam untuk memperbanyak doa. Jamaah dapat memohon berbagai kebaikan dunia dan akhirat, baik menggunakan doa yang telah disebutkan maupun dengan doa lain yang sesuai dengan kebutuhannya.
- Tidak Mengganggu Jamaah Lain
Masjidil Haram merupakan tempat yang sangat ramai. Oleh sebab itu, ketika mengambil dan meminum air Zamzam, jamaah hendaknya tetap menjaga ketertiban, tidak berdesakan, dan tidak menghalangi jalan jamaah lainnya.
- Bersyukur atas Nikmat Allah
Air Zamzam merupakan salah satu nikmat yang Allah ta’ala berikan di Tanah Suci. Setelah meminumnya, hendaknya jamaah bersyukur kepada Allah dan mengingat bahwa kesempatan berada di Baitullah merupakan nikmat yang sangat besar.
Kapan Minum Air Zamzam dalam Rangkaian Umrah?
Dalam rangkaian ibadah umrah, jamaah biasanya meminum air Zamzam setelah menyelesaikan thawaf dan melaksanakan salat dua rakaat. Setelah itu, jamaah dapat melanjutkan perjalanan menuju tempat sa'i antara Shafa dan Marwah.
Namun, jamaah tidak perlu menganggap bahwa air Zamzam hanya boleh diminum pada satu waktu tertentu. Air Zamzam dapat diminum kapan saja selama berada di Tanah Suci dan tersedia kesempatan untuk mendapatkannya.
Bagi jamaah yang hendak melaksanakan umrah, memahami urutan ibadah akan membantu agar seluruh rangkaian dapat dilakukan dengan lebih tenang. Setelah thawaf, salat dua rakaat, dan menikmati air Zamzam, jamaah kemudian bersiap melaksanakan sa'i.
Kisah Air Zamzam Mengajarkan Tentang Ikhtiar dan Tawakal
Di balik keberadaan air Zamzam terdapat pelajaran yang sangat mendalam dari perjuangan Siti Hajar. Ketika menghadapi keadaan sulit dan membutuhkan air untuk putranya, Siti Hajar tidak hanya menunggu pertolongan Allah. Ia berusaha mencari air dengan berjalan dan berlari antara Shafa dan Marwah.
Kisah tersebut mengajarkan bahwa tawakal kepada Allah tidak berarti meninggalkan ikhtiar. Seorang muslim hendaknya berusaha semaksimal mungkin, kemudian menyerahkan hasilnya kepada Allah ta’ala.
Perjuangan Siti Hajar tersebut kemudian menjadi bagian dari ibadah sa'i yang dilakukan oleh jamaah haji dan umrah. Dengan demikian, setiap kali jamaah melakukan sa'i, terdapat sejarah dan keteladanan yang sangat dalam di balik ibadah tersebut.
Air Zamzam dan Kerinduan kepada Baitullah
Bagi seorang muslim, air Zamzam bukan hanya sekadar air yang dapat diminum ketika berada di Makkah. Ia juga menjadi pengingat akan sejarah panjang perjuangan keluarga Nabi Ibrahim ‘alaihissalam dan bukti pertolongan Allah kepada hamba-Nya.
Karena itu, kesempatan meminum air Zamzam hendaknya dimanfaatkan dengan penuh rasa syukur. Di tengah perjalanan umrah, jamaah dapat menjadikan momen tersebut sebagai waktu untuk merenungkan kebesaran Allah, memperbanyak doa, dan memperkuat tekad untuk menjadi pribadi yang lebih baik setelah kembali ke Tanah Air.
Air Zamzam merupakan salah satu tanda kebesaran Allah ta’ala yang memiliki sejarah panjang dan keutamaan yang disebutkan dalam hadis Nabi ﷺ. Kisahnya tidak dapat dipisahkan dari perjuangan Siti Hajar dan Nabi Ismail ‘alaihissalam, sekaligus menjadi pengingat tentang pentingnya ikhtiar dan tawakal.
Ketika meminum air Zamzam, jamaah hendaknya menjaga adab, memperbanyak doa, serta menghargai nikmat Allah ta’ala. Adapun mengenai cara meminumnya, Rasulullah ﷺ pernah meminumnya dalam keadaan berdiri, tetapi minum sambil duduk juga diperbolehkan. Perbedaan pendapat ulama dalam masalah ini hendaknya disikapi dengan lapang dan penuh penghormatan.
Semoga Allah ta’ala memberikan kesempatan kepada setiap muslim yang membaca artikel ini untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci, melaksanakan ibadah haji atau umrah, meminum air Zamzam dengan penuh rasa syukur, serta mendapatkan keberkahan dan kebaikan dari setiap ibadah yang dilakukan. Semoga Allah juga mengabulkan doa-doa para jamaah dan memberikan kesempatan untuk kembali mengunjungi Baitullah.
Wujudkan Impian Umrah Bersama Hanah Tour
Merindukan Baitullah dan ingin merasakan langsung suasana Tanah Suci? Mari wujudkan impian umrah bersama Hanah Tour. Semoga perjalanan menuju Makkah dan Madinah menjadi perjalanan yang penuh kemudahan, kenyamanan, keberkahan, dan semakin mendekatkan diri kepada Allah ta’ala.
Ditulis oleh : Adzhan Mahdi, Lc