Pak Sukandar, Pribadi Yang Ringan Tangan Dan Sayang Keluarga

foto_kaabah_hanah_tour.jpgHusnul khatimah. Insya Allah.

Pagi ini, waktu Saudi, saya mendapat kabar duka. Pak Sukandar, salah satu jamaah Hanah Tour Trip 6 Agustus 2026, telah berpulang menghadap Allah SWT.

Saya masih teringat bagaimana pertama kali saya menyapa beliau.

Saat itu istrinya, Bu Jualilin, tiba-tiba lemas dan akhirnya kami bawa ke Rumah Sakit Madinah. Pak Sukandar tidak ikut ke rumah sakit karena saya meminta beliau untuk beristirahat dan mempersiapkan diri untuk perjalanan ke Makkah.

Setelah Bu Jualilin dinyatakan sehat, justru Pak Sukandar yang menyarankan agar istrinya melaksanakan umrah wajib dengan menggunakan kursi roda.

Dari situ saya melihat satu hal yang begitu sederhana, tetapi sangat berarti. Beliau begitu perhatian kepada istrinya.

Selama di Madinah maupun di Makkah, beliau hampir tidak pernah absen mengikuti agenda. Raudhah, city tour, semuanya beliau ikuti.

Bahkan di Makkah, beliau masih ikut melaksanakan umrah yang kedua. Saat itu beliau meminta izin kepada saya agar bisa mendampingi istrinya dan membantunya menjalani umrah tanpa kursi roda.

Selama di Makkah, saya juga selalu memantau kondisi Bu Jualilin melalui teman sekamarnya.

Setiap kali saya bertanya,

"Bu Jualilin bagaimana kabarnya Bu? Kok tidak kelihatan bersama?"

Jawabannya hampir selalu sama,

"Beliau bersama suaminya, Pak Sukandar, Ustadz."

Sekarang, ketika mengingat kalimat itu, hati saya terasa haru..

Lima hari di Makkah mungkin adalah salah satu momen terindah dalam hidup Almarhum.

Lima hari untuk membersamai istrinya.

Lima hari untuk menjaga orang yang dicintainya.

Lima hari berjalan bersama menuju rumah Allah.

Dan siapa yang menyangka, perjalanan umrah itu justru menjadi salah satu perjalanan terakhir beliau di dunia.. ?

Terakhir kali saya bertemu beliau adalah di bandara. Saya masih sempat menyapa dan beliau ikut membantu menata koper di counter.

Tidak ada firasat apa-apa.

Tidak ada yang menyangka bahwa setelah itu kita akan berpisah untuk waktu yang begitu panjang.

Pak Sukandar yang saya kenal adalah pribadi yang ringan tangan, mudah membantu dan sangat menyayangi keluarganya.

Kadang kebaikan seseorang tidak terlihat dari kata-kata besar. Ia justru terlihat dari hal-hal sederhana: menemani istri, membantu ketika dibutuhkan, memastikan orang yang dicintainya baik-baik saja.

Dan itulah yang saya lihat dari beliau.

Semoga perjalanan umrah beliau menjadi perjalanan yang penuh keberkahan.

Semoga Allah menerima seluruh amal ibadahnya, mengampuni segala khilaf dan dosa-dosanya, serta menempatkan beliau di tempat terbaik di sisi-Nya.

Pak Sukandar, selamat jalan.

Bapak telah pulang dari perjalanan menuju Baitullah.

Dan semoga Allah menyambut kepulangan Bapak dengan rahmat dan ampunan-Nya.

Husnul khatimah, Pak.
Insya Allah. Aamiin ya Rabbal ‘alamin.

Untuk Bu Jualilin dan seluruh keluarga, semoga Allah memberikan kekuatan, kesabaran dan ketabahan.

Semoga cinta dan kebaikan yang selama ini almarhum tinggalkan menjadi amal yang terus mengalir untuk beliau.

Al-Fatihah.. 

Menjelang fajar
Makkah Al Mukarramah

Ditulis oleh : Ustadz Kris Abdurrahman (Muthawif Hanah Tour & Travel

 

>>>>> HUBUNGI KAMI <<<<<

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id