Tata Cara Sa'i Umrah Lengkap dari Shafa hingga Marwah Beserta Doa dan Dalil
Sa'i merupakan salah satu rangkaian penting dalam ibadah umrah yang dilakukan dengan berjalan antara Bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali perjalanan. Ibadah ini mengingatkan umat Islam kepada perjuangan Siti Hajar ketika mencari air untuk putranya, Nabi Ismail ‘alaihissalam. Karena itu, sa'i bukan sekadar berjalan dari satu tempat ke tempat lainnya, tetapi juga mengandung pelajaran tentang ikhtiar, kesabaran, tawakal, dan keyakinan kepada pertolongan Allah ta’ala.
Bagi jamaah yang sedang mempersiapkan perjalanan ke Tanah Suci, memahami tata cara sa'i umrah dengan baik akan membantu ibadah dilakukan dengan lebih tenang dan tertib. Berikut tata cara sa'i berdasarkan dalil-dalil Al-Qur'an, hadis-hadis shahih, serta penjelasan para ulama yang menjadi rujukan umat Islam.
Pengertian Sa'i dalam Ibadah Umrah
Secara bahasa, sa'i berarti berjalan atau berusaha. Dalam istilah ibadah haji dan umrah, sa'i adalah perjalanan antara Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
Allah ta’ala berfirman:
إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَّوَّفَ بِهِمَا ۚ وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ
“Sesungguhnya Shafa dan Marwah merupakan sebagian syiar Allah. Maka barang siapa beribadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka sesungguhnya Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 158)
Ayat tersebut menjadi salah satu dasar disyariatkannya sa'i antara Shafa dan Marwah. Penjelasan Sayyidah Aisyah radhiyallahu ‘anha dalam hadis juga menunjukkan pentingnya sa'i dalam penyempurnaan ibadah haji dan umrah.
Sejarah Sa'i antara Shafa dan Marwah
Sejarah sa'i berkaitan dengan perjuangan Siti Hajar ketika berada di Makkah bersama Nabi Ismail ‘alaihissalam. Ketika persediaan air habis, Siti Hajar berusaha mencari air dengan berjalan antara Shafa dan Marwah.
Perjuangan tersebut menjadi salah satu bentuk keteladanan tentang bagaimana seorang hamba berusaha ketika menghadapi kesulitan. Siti Hajar tidak berdiam diri, tetapi terus berikhtiar sambil berharap kepada pertolongan Allah ta’ala.
Hingga akhirnya Allah memberikan pertolongan dengan memancarnya air Zamzam. Peristiwa tersebut kemudian menjadi bagian dari syiar yang dilakukan oleh kaum muslimin dalam ibadah haji dan umrah.
Kapan Sa'i Dilakukan dalam Umrah?
Sa'i dilakukan setelah thawaf. Dalam rangkaian umrah yang telah kita bahas sebelumnya, jamaah menyelesaikan thawaf mengelilingi Ka'bah sebanyak tujuh putaran, kemudian melaksanakan salat dua rakaat setelah thawaf, dan setelah itu dapat meminum air Zamzam sebelum menuju tempat sa'i.
Tata Cara Sa'i Umrah
- Menuju Bukit Shafa
Setelah menyelesaikan thawaf dan salat dua rakaat, jamaah menuju tempat sa'i. Sa'i dimulai dari Shafa, bukan dari Marwah.
Hal ini berdasarkan hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu ‘anhu mengenai tata cara haji Rasulullah ﷺ.
أَنَّهُ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بَدَأَ بِالصَّفَا، وَقَالَ: ابْدَؤُوا بِمَا بَدَأَ اللهُ بِهِ
Artinya:“Sesungguhnya Rasulullah ﷺ memulai dari Bukit Shafa, lalu beliau bersabda, 'Mulailah dengan apa yang Allah dahulukan.'.” (HR. An-Nasa’i, no. 3954)
- Doa Ketika Hendak Mendaki Bukit Şafa Sebelum Memulai Sa'i
Ketika mendekati Shafa, jamaah dapat membaca ayat:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ إِنَّ الصَّفَا وَالْمَرْوَةَ مِنْ شَعَائِرِ اللَّهِ، فَمَنْ حَجَّ الْبَيْتَ أَوِ اعْتَمَرَ فَلَا جُنَاحَ عَلَيْهِ أَنْ يَطَوَّفَ بِهِمَا، وَمَنْ تَطَوَّعَ خَيْرًا فَإِنَّ اللَّهَ شَاكِرٌ عَلِيمٌ. أَبْدَأَ بِمَا بَدَأَ اللَّهُ بِهِ وَرَسُولُهُ
Artinya: “Dengan nama Allah Yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang. Sesungguhnya Şafa dan Marwah merupakan sebagian syiar (agama) Allah. Maka barang siapa ber-ibadah haji ke Baitullah atau berumrah, tidak ada dosa baginya mengerjakan sa'i antara keduanya. Dan barang siapa dengan kerelaan hati mengerjakan kebajikan maka Allah Maha Mensyukuri, Maha Mengetahui.
Aku memulai sa'i dengan apa yang Allah dan Rasul-Nya memulai.”
- Muslim, nomor hadis: 1218. Şahiḥ. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam membaca ayat ini (QS. Al-Baqarah[2]:158) ketika mendekati bukit şafa.
- Menghadap Ka'bah dan Bertakbir
Setelah berada di Shafa, jamaah menghadap Ka'bah dan bertakbir serta memperbanyak dzikir dan doa.
Di antara dzikir yang dibaca adalah:
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ، لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ، وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ، أَنْجَزَ وَعْدَهُ، وَنَصَرَ عَبْدَهُ، وَهَزَمَ الْأَحْزَابَ وَحْدَهُ
Artinya:“Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata, tidak ada sekutu bagi-Nya. Milik-Nya kerajaan dan bagi-Nya segala pujian, dan Dia Mahakuasa atas segala sesuatu. Tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah semata. Dia telah memenuhi janji-Nya, menolong hamba-Nya, dan mengalahkan pasukan-pasukan sekutu dengan sendirian.”
Jamaah juga dapat memanjatkan doa lain yang diinginkan. Tidak harus menggunakan satu doa tertentu selama doa tersebut baik dan tidak bertentangan dengan syariat.
- Berjalan dari Shafa menuju Marwah
Setelah selesai berdoa di Shafa, jamaah mulai berjalan menuju Marwah.
Perjalanan dari Shafa menuju Marwah dihitung sebagai satu kali perjalanan.
Ketika sampai di Marwah, jamaah telah menyelesaikan hitungan pertama.
- Berlari Kecil di Antara Dua Tanda Hijau
Bagi jamaah laki-laki, ketika melewati area yang ditandai dengan lampu atau tanda hijau, disunnahkan mempercepat langkah atau lari-lari kecil sesuai kemampuan.
Adapun jamaah perempuan tidak disyariatkan berlari. Mereka tetap berjalan seperti biasa.
Berikut adalah doa di antara dua pilar hijau / sepanjang lampu hijau
رَبِّ اغْفِرْ وَارْحَمْ وَاعْفُ وَتَكَرَّمْ وَتَجَاوَزْ عَمَّا تَعْلَمُ إِنَّكَ تَعْلَمُ مَا لَا نَعْلَمُ اللَّهُمَّ اغْفِرْ وَارْحَمْ إِنَّكَ أَنْتَ الْأَعَزُّ الْأَكْرَمُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ
Artinya: “Ya Allah ampunilah, sayangilah, maafkan dan bermurah hatilah serta hapuslah apa yang Engkau ketahui. Sungguh Engkau tahu apa yang kami sendiri tidak tahu. Ya Allah ampuni dan sayangilah (kami), Sesungguh-nya Engkau adalah Allah Maha Mulia dan Maha Pemurah. Ya Tuhan kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan lindungilah kami dari azab api neraka.”
- Berjalan dari Marwah Menuju Shafa
Setelah sampai di Marwah, jamaah kembali menuju Shafa.
Perjalanan dari Marwah menuju Shafa dihitung sebagai perjalanan kedua.
Kemudian perjalanan berikutnya dihitung secara bergantian:
- Shafa → Marwah = 1
- Marwah → Shafa = 2
- Shafa → Marwah = 3
- Marwah → Shafa = 4
- Shafa → Marwah = 5
- Marwah → Shafa = 6
- Shafa → Marwah = 7
Dengan demikian, sa'i dimulai dari Shafa dan berakhir di Marwah.
- Melakukan Dzikir dan Doa Selama Sa'i
Tidak ada satu doa khusus yang wajib dibaca sepanjang perjalanan antara Shafa dan Marwah.
Jamaah dapat memperbanyak dzikir, membaca Al-Qur'an, bershalawat, atau memanjatkan doa kepada Allah ta’ala. Yang terpenting adalah menjaga hati agar tetap mengingat Allah dan tidak menjadikan sa'i hanya sebagai aktivitas berjalan secara fisik.
Namun jika anda umroh bersama Hanah Tour & Travel akan dibimbing bacaan do’anya dari awal hingga akhir prosesi umroh, jamaah hanya mengikuti apa yang dibaca muthawwif.
Pelajaran dari Ibadah Sa'i
Sa'i mengajarkan bahwa seorang muslim harus menggabungkan ikhtiar dan tawakal. Siti Hajar berusaha mencari air dengan sungguh-sungguh, sementara pertolongan Allah datang dengan cara yang tidak disangka-sangka.
Kisah tersebut menjadi pengingat bahwa seorang hamba tidak boleh mudah menyerah ketika menghadapi kesulitan. Selama masih mampu berusaha, seorang muslim hendaknya terus berikhtiar dan menggantungkan harapannya kepada Allah ta’ala.
Hal yang Perlu Diperhatikan Jamaah
Agar pelaksanaan sa'i berjalan dengan baik, jamaah sebaiknya memperhatikan beberapa hal:
- Memulai sa'i dari Shafa.
- Mengakhiri sa'i di Marwah.
- Menyelesaikan tujuh perjalanan.
- Menghitung perjalanan dengan benar.
- Laki-laki mempercepat langkah di antara dua tanda hijau.
- Perempuan tetap berjalan seperti biasa saat di pilar hijau.
- Memperbanyak dzikir dan doa.
- Tidak berdesakan atau mengganggu jamaah lain.
- Menjaga ketenangan dan kesabaran selama sa'i.
- Mengikuti arahan petugas dan muthawif apabila terdapat pengaturan arus jamaah.
Sa'i merupakan rangkaian penting dalam ibadah umrah yang memiliki sejarah dan makna yang sangat dalam. Perjalanan antara Shafa dan Marwah mengingatkan umat Islam kepada perjuangan Siti Hajar dalam mencari air untuk Nabi Ismail ‘alaihissalam sekaligus mengajarkan pentingnya ikhtiar, kesabaran, dan tawakal kepada Allah ta’ala.
Dengan memahami tata cara sa'i umrah mulai dari Shafa hingga Marwah, termasuk dzikir dan doa yang dicontohkan Rasulullah ﷺ, jamaah diharapkan dapat menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan penuh penghayatan.
Semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan kepada setiap muslim yang membaca artikel ini untuk menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Semoga setiap langkah menuju Shafa dan Marwah menjadi amal yang diterima, setiap doa dikabulkan, dan setiap perjuangan selama ibadah umrah menjadi sebab bertambahnya keimanan serta kedekatan kepada Allah ta’ala.
Wujudkan Impian Umrah Bersama Hanah Tour
Bagi Anda yang memiliki kerinduan untuk mengunjungi Baitullah, semoga Allah ta’ala segera memberikan kesempatan untuk menunaikan ibadah umrah. Mari wujudkan perjalanan menuju Tanah Suci bersama Hanah Tour, dengan persiapan yang baik agar ibadah dapat dijalankan dengan lebih nyaman, tertib, dan penuh kekhusyukan.
Ditulis oleh : Adzhan Mahdi, Lc
>>>>> HUBUNGI KAMI <<<<<