Apa yang Dilakukan Setelah Umrah? Ini Amalan yang Dianjurkan

Kategori : Umrah, Tips, Doa Umroh, Keutamaan Umroh, Travel Umroh Lamongan, Travel Umroh Gresik, Ditulis pada : 27 Agustus 2026, 09:50:55

Melaksanakan ibadah umrah merupakan nikmat besar yang Allah ta’ala berikan kepada seorang Muslim. Setelah menyelesaikan thawaf, sa’i, dan tahallul, jamaah telah menyelesaikan rangkaian utama ibadah umrah. Namun, perjalanan spiritual tersebut tidak seharusnya berhenti ketika jamaah meninggalkan Masjidil Haram atau kembali ke Tanah Air.

Justru setelah umrah selesai, seorang Muslim memiliki kesempatan untuk mempertahankan berbagai kebaikan yang telah dilakukan selama berada di Tanah Suci. Kebiasaan membaca Al-Qur’an, memperbanyak doa dan zikir, menjaga salat, bersabar, serta berusaha memperbaiki akhlak hendaknya terus dilanjutkan setelah kembali ke kehidupan sehari-hari.

Lalu, apa yang dilakukan setelah umrah? Berikut beberapa amalan dan doa yang dapat dilakukan oleh jamaah setelah menyelesaikan ibadah umrah.

  1. Bersyukur kepada Allah ta’ala

Hal pertama yang sebaiknya dilakukan setelah menyelesaikan umrah adalah memperbanyak rasa syukur kepada Allah ta’ala.

Tidak semua orang mendapatkan kesempatan untuk melihat Ka’bah, melaksanakan thawaf, melakukan sa’i antara Shafa dan Marwah, beribadah di Masjidil Haram, serta mengunjungi tempat-tempat mulia di Tanah Suci.

Allah ta’ala berfirman:

لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ

Artinya: “Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu.” (QS. Ibrahim: 7)

Rasa syukur setelah umrah tidak cukup hanya dengan mengucapkan alhamdulillah. Syukur juga diwujudkan dengan menggunakan nikmat yang diberikan Allah untuk meningkatkan ketaatan dan memperbanyak amal kebaikan.

  1. Mempertahankan Ketaatan Setelah Pulang

Selama berada di Tanah Suci, banyak jamaah merasakan semangat beribadah yang lebih kuat. Mereka berusaha menjaga salat, membaca Al-Qur’an, berzikir, berdoa, dan menghindari perkataan maupun perbuatan yang tidak baik.

Kebiasaan tersebut hendaknya tidak berakhir setelah pesawat mendarat di Tanah Air.

Allah ta’ala berfirman:

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّىٰ يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Artinya: “Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu keyakinan (kematian).” (QS. Al-Hijr: 99)

Ayat ini mengingatkan bahwa ibadah kepada Allah bukan hanya dilakukan ketika seseorang berada di Tanah Suci. Ketaatan harus terus dijaga sepanjang kehidupan.

  1. Menjaga Salat dan Memperbanyak Membaca Al-Qur’an

Setelah kembali dari umrah, jamaah hendaknya mempertahankan kebiasaan beribadah yang telah dibangun selama berada di Makkah dan Madinah.

Salah satunya adalah menjaga salat dan memperbanyak interaksi dengan Al-Qur’an.

Rasulullah ﷺ bersabda:

خَيْرُكُمْ مَنْ تَعَلَّمَ الْقُرْآنَ وَعَلَّمَهُ

Artinya: “Sebaik-baik kalian adalah orang yang mempelajari Al-Qur’an dan mengajarkannya.” (HR. Bukhari, no. 5027)

Karena itu, kepulangan dari Tanah Suci dapat menjadi awal untuk membangun kebiasaan baru, seperti membaca Al-Qur’an setiap hari, menghadiri majelis ilmu, dan mengajarkan kebaikan kepada keluarga.

  1. Memperbaiki Akhlak

Umrah tidak hanya mengajarkan tata cara ibadah, tetapi juga memberikan banyak pelajaran tentang kesabaran dan akhlak.

Ketika berada di Tanah Suci, jamaah mungkin menghadapi kepadatan, antrean, kelelahan, perbedaan karakter, dan berbagai situasi yang membutuhkan kesabaran.

Semua pengalaman tersebut hendaknya menjadi pelajaran yang dibawa pulang.

Jamaah yang telah melaksanakan umrah hendaknya berusaha menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih lembut dalam berbicara, mudah memaafkan, menjaga lisan, serta semakin peduli kepada keluarga dan masyarakat.

  1. Memperbanyak Amal Saleh

Allah ta’ala berfirman:

وَمَا تَفْعَلُوا مِنْ خَيْرٍ يَعْلَمْهُ اللَّهُ

Artinya: “Apa pun kebaikan yang kamu kerjakan, niscaya Allah mengetahuinya.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Allah juga berfirman:

وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَىٰ

Artinya: “Berbekallah, karena sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa.” (QS. Al-Baqarah: 197)

Walaupun ayat tersebut berada dalam konteks pembahasan ibadah haji, kandungan tentang takwa dan memperbanyak kebaikan merupakan nasihat yang sangat berharga bagi seorang Muslim setelah kembali dari Tanah Suci.

Jamaah dapat mempertahankan semangat beramal melalui sedekah, membantu orang lain, menjaga silaturahmi, menghadiri majelis ilmu, dan berbagai amal saleh lainnya.

  1. Tidak Merasa Diri Sudah Bebas dari Dosa

Umrah memiliki keutamaan yang besar. Rasulullah ﷺ bersabda:

الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا

Artinya: “Umrah yang satu kepada umrah berikutnya menjadi kafarat (penghapus) bagi dosa-dosa yang terjadi di antara keduanya.” (HR. Bukhari, no. 1773)

Hadis ini menunjukkan besarnya keutamaan ibadah umrah. Namun, keutamaan tersebut hendaknya tidak membuat seseorang merasa dirinya sudah terbebas dari segala dosa.

Sebaliknya, seseorang yang baru selesai melaksanakan umrah hendaknya semakin rendah hati, memperbanyak istighfar, dan berusaha meninggalkan perbuatan yang dilarang Allah ta’ala.

  1. Berdoa agar Umrah Diterima Allah

Setelah menyelesaikan ibadah, seorang Muslim hendaknya tidak hanya merasa puas karena telah menyelesaikan rangkaian ibadah. Ia juga perlu memohon kepada Allah agar amal yang telah dilakukan diterima.

Salah satu doa yang sangat baik dibaca adalah:

رَبَّنَا تَقَبَّلْ مِنَّا إِنَّكَ أَنْتَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Rabbanaa taqabbal minnaa innaka antas-samii‘ul-‘aliim.

Artinya: “Ya Tuhan kami, terimalah dari kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 127)

Doa ini merupakan doa Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail ‘alaihimassalam ketika membangun Ka’bah.

Jamaah dapat mengamalkannya setelah menyelesaikan umrah sebagai bentuk permohonan agar Allah menerima seluruh amal ibadah yang telah dilakukan.

  1. Berdoa Memohon Ampunan

Jamaah juga dapat memperbanyak istighfar dan memohon ampun kepada Allah.

Salah satu doa yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah:

رَبَّنَا ظَلَمْنَا أَنْفُسَنَا وَإِنْ لَمْ تَغْفِرْ لَنَا وَتَرْحَمْنَا لَنَكُونَنَّ مِنَ الْخَاسِرِينَ

Rabbanaa zhalamnaa anfusanaa wa il lam taghfir lanaa wa tarhamnaa lanakuunanna minal-khaasiriin.

Artinya: “Ya Tuhan kami, kami telah menzalimi diri kami sendiri. Jika Engkau tidak mengampuni kami dan tidak merahmati kami, niscaya kami termasuk orang-orang yang rugi.” (QS. Al-A’raf: 23)

Doa ini mengajarkan kepada kita untuk senantiasa menyadari kelemahan diri dan mengharapkan ampunan serta rahmat Allah ta’ala.

  1. Mendoakan Keluarga dan Orang-Orang yang Dicintai

Setelah mendapatkan kesempatan berdoa di Tanah Suci, jamaah juga dapat mendoakan keluarga dan orang-orang yang dicintainya.

Salah satu doa yang terdapat dalam Al-Qur’an adalah:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

Rabbanaa hablanaa min azwaajinaa wa dzurriyyaatinaa qurrata a‘yunin waj‘alnaa lil-muttaqiina imaamaa.

Artinya: “Ya Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami pasangan-pasangan kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati dan jadikanlah kami sebagai pemimpin bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Furqan: 74)

Doa ini dapat menjadi salah satu pilihan bagi jamaah ketika mendoakan keluarga agar mendapatkan kebaikan dunia dan akhirat.

  1. Mendoakan Orang yang Belum Mendapat Kesempatan Umrah

Ada kebiasaan yang cukup sering kita jumpai di masyarakat. Ketika seseorang pulang dari Tanah Suci, keluarga, tetangga, atau sahabat datang untuk bersilaturahmi. Tidak jarang mereka meminta agar jamaah yang baru pulang mendoakan supaya mereka juga mendapatkan kesempatan mengunjungi Baitullah.

Hal tersebut dapat menjadi kesempatan yang baik untuk mendoakan saudara-saudara kita yang belum mendapatkan kesempatan melaksanakan umrah.

Jamaah dapat membaca doa sederhana:

اللَّهُمَّ ارْزُقْهُمْ زِيَارَةَ بَيْتِكَ الْحَرَامِ، وَيَسِّرْ لَهُمُ الْعُمْرَةَ، وَافْتَحْ لَهُمْ أَبْوَابَ رِزْقِكَ، وَبَلِّغْهُمْ مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ فِي صِحَّةٍ وَعَافِيَةٍ وَإِيمَانٍ وَسَلَامَةٍ

Allahummarzuqhum ziyaarata baitikal-haraam, wa yassir lahumul-‘umrah, waftah lahum abwaaba rizqik, wa ballighhum Makkata wal-Madiinata fii shihhatin wa ‘aafiyatin wa iimaanin wa salaamah.

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka kesempatan untuk mengunjungi Baitullah yang suci. Mudahkanlah mereka untuk melaksanakan umrah, bukakanlah bagi mereka pintu-pintu rezeki-Mu, dan sampaikanlah mereka ke Makkah dan Madinah dalam keadaan sehat, afiat, beriman, dan selamat.”

Perlu diperhatikan, redaksi doa tersebut bukan doa khusus langsung dari Rasulullah ﷺ. Ia merupakan contoh doa dengan kandungan yang baik, sehingga boleh digunakan untuk memohon kepada Allah ta’ala.

  1. Doa Seorang Musafir

Mendoakan orang lain setelah perjalanan umrah juga memiliki sisi yang menarik. Rasulullah ﷺ bersabda:

ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ: دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ، وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ، وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ

Artinya:“Ada tiga doa yang mustajab, tidak diragukan lagi: doa orang yang dizalimi, doa seorang musafir, dan doa orang tua terhadap anaknya.”

Hadis ini diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu dalam Sunan Abi Dawud no. 1536 dan Jami‘ at-Tirmidzi no. 1905. Sanadnya shahih.

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan doa seorang musafir secara umum. Namun, kita tidak perlu mengatakan bahwa setiap orang yang baru pulang umrah pasti doanya mustajab. Yang memiliki landasan adalah keutamaan doa seorang musafir.

Karena itu, selama perjalanan menuju Tanah Suci maupun ketika berada dalam perjalanan pulang, seorang jamaah dapat memperbanyak doa untuk dirinya sendiri, keluarga, dan kaum Muslimin.

Doa Singkat agar Diberi Kesempatan Umrah

Bagi jamaah yang ingin mendoakan keluarga atau tamu yang belum pernah umrah, tidak harus menggunakan doa yang panjang.

Bisa membaca:

اللَّهُمَّ ارْزُقْهُ الْعُمْرَةَ وَيَسِّرْ لَهُ سَبِيلَهَا

Allahummarzuqhul-‘umrata wa yassir lahu sabiilahaa.

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah kepadanya kesempatan untuk melaksanakan umrah dan mudahkanlah jalan baginya untuk menunaikannya.”

Untuk mendoakan beberapa orang:

اللَّهُمَّ ارْزُقْهُمُ الْعُمْرَةَ وَيَسِّرْ لَهُمْ سَبِيلَهَا

Allahummarzuqhumul-‘umrata wa yassir lahum sabiilahaa.

Artinya: “Ya Allah, karuniakanlah kepada mereka kesempatan untuk melaksanakan umrah dan mudahkanlah jalan bagi mereka untuk menunaikannya.”

Doa ini bukan doa khusus dari Rasulullah ﷺ, melainkan contoh susunan doa dengan makna yang baik.

Menjadikan Umrah sebagai Awal Perubahan

Pada akhirnya, keberhasilan perjalanan umrah bukan hanya diukur dari selesainya rangkaian ibadah di Tanah Suci. Hal yang tidak kalah penting adalah perubahan yang muncul setelah jamaah kembali ke rumah.

Jika sebelum umrah seseorang belum terbiasa membaca Al-Qur’an, semoga setelah umrah ia semakin dekat dengan Al-Qur’an. Jika sebelumnya mudah marah, semoga menjadi lebih sabar. Jika sebelumnya kurang memperhatikan ibadah, semoga menjadi lebih rajin dan istiqamah.

Dengan demikian, kenangan perjalanan ke Tanah Suci tidak hanya tersimpan dalam foto dan cerita, tetapi juga terlihat melalui perubahan akhlak dan kualitas ibadah.

Penutup

Umrah bukan sekadar perjalanan menuju Makkah, tetapi juga kesempatan untuk memperbaiki hubungan seorang hamba dengan Allah ta’ala. Setelah thawaf, sa’i, dan tahallul selesai, tugas seorang Muslim belum berakhir.

Jamaah hendaknya melanjutkan perjalanan spiritual tersebut dengan menjaga salat, membaca Al-Qur’an, memperbanyak zikir dan doa, memperbaiki akhlak, memperbanyak amal saleh, serta menjaga ketakwaan.

Tidak kalah penting, jamaah juga dapat mendoakan keluarga, sahabat, dan orang-orang yang belum mendapatkan kesempatan mengunjungi Baitullah. Semoga doa tersebut menjadi sebab Allah membuka jalan dan memberikan rezeki kepada mereka untuk melaksanakan umrah.

Semoga Allah ta’ala menerima ibadah umrah seluruh jamaah, mengampuni dosa-dosanya, memberikan keteguhan dalam ketaatan, dan menjadikan perjalanan ke Tanah Suci sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Semoga Allah juga memudahkan setiap Muslim yang merindukan Baitullah agar suatu hari dapat melihat Ka’bah secara langsung, melaksanakan thawaf, sa’i, dan seluruh rangkaian ibadah umrah dalam keadaan sehat, aman, dan penuh keberkahan.

Ajakan Umrah Bersama Hanah Tour

Bagi Anda yang memiliki kerinduan untuk beribadah di Tanah Suci, semoga Allah ta’ala memberikan kemampuan dan kesempatan untuk mewujudkannya. Persiapkan perjalanan umrah dengan baik, mulai dari ilmu manasik, kesehatan, hingga kesiapan mental dan spiritual.

Hanah Tour siap mendampingi perjalanan ibadah jamaah menuju Tanah Suci dengan harapan setiap perjalanan tidak hanya memberikan pengalaman yang berkesan, tetapi juga menjadi sarana untuk semakin dekat kepada Allah ta’ala.

Ditulis oleh : Adzhan Mahdi, Lc

 

>>>>>HUBUNGI KAMI<<<<<

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id