Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim: Tata Cara, Dalil, dan Keutamaannya
Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim, Sunnah yang Dianjurkan Setelah Thawaf

Bagi jamaah yang menunaikan ibadah umrah maupun haji, terdapat salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan setelah menyelesaikan thawaf, yaitu melaksanakan shalat sunnah dua rakaat di belakang Maqam Ibrahim. Meskipun bukan termasuk rukun ataupun wajib umrah, amalan ini merupakan sunnah yang dicontohkan langsung oleh Rasulullah ﷺ dan memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur'an serta hadis-hadis shahih.
Banyak jamaah yang bertanya, apa itu Maqam Ibrahim? Apakah shalat harus tepat di belakang batu Maqam Ibrahim? Bagaimana tata cara dan bacaan shalatnya? Artikel ini akan membahasnya secara lengkap berdasarkan dalil Al-Qur'an, hadis shahih, serta penjelasan para ulama.
Apa Itu Maqam Ibrahim?

Maqam Ibrahim adalah batu yang dahulu digunakan oleh Nabi Ibrahim 'alaihissalam sebagai pijakan ketika membangun Ka'bah bersama putranya, Nabi Ismail 'alaihissalam. Atas izin Allah ta’ala, bekas telapak kaki Nabi Ibrahim masih tampak pada batu tersebut dan hingga kini tetap dijaga di dalam bangunan kaca yang berada tidak jauh dari Ka'bah.
Allah ta’ala mengabadikan kemuliaan Maqam Ibrahim dalam firman-Nya:
فِيهِ آيَاتٌ بَيِّنَاتٌ مَقَامُ إِبْرَاهِيمَ ۖ وَمَنْ دَخَلَهُ كَانَ آمِنًا
Artinya:"Di sana terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim. Barang siapa memasukinya (Baitullah), niscaya dia menjadi aman." (QS. Ali 'Imran: 97)
Keberadaan Maqam Ibrahim menjadi salah satu tanda kebesaran Allah sekaligus pengingat perjuangan Nabi Ibrahim dalam membangun rumah pertama yang diperuntukkan bagi ibadah kepada Allah ta’ala.
Dalil Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim
Anjuran melaksanakan shalat setelah thawaf didasarkan pada firman Allah ta’ala:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
Artinya:"Dan jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat." (QS. Al-Baqarah: 125)
Ayat ini menunjukkan bahwa kaum muslimin dianjurkan melaksanakan shalat setelah selesai thawaf dengan menjadikan Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat apabila memungkinkan.
Teladan Rasulullah ﷺ Setelah Menyelesaikan Thawaf
Tata cara yang dicontohkan Rasulullah ﷺ dijelaskan dalam hadis panjang yang diriwayatkan oleh Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu ketika menceritakan manasik haji Nabi ﷺ.
Beliau berkata:
أنَّ رسولَ اللَّهِ صلَّى اللَّهُ عليهِ وسلَّمَ لمَّا انتَهَى إلى مَقامِ إبراهيمَ ، قرأَ : : وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى فَصلَّى رَكْعتينِ، فَقرأَ فاتحةَ الكتابِ، وَ قُلْ يا أيُّها الكافِرونَ، وَ قُلْ هوَ اللَّهُ أحَدٌ ثمَّ عادَ إلى الرُّكنِ فاستَلَمَهُ، ثمَّ خرَجَ إلى الصَّفا
Artinya:
" Sesungguhnya Rasulullah ﷺ, ketika sampai di Maqam Ibrahim, beliau membaca firman Allah, 'Dan jadikanlah Maqam Ibrahim sebagai tempat shalat.' Kemudian beliau mengerjakan shalat dua rakaat. Pada kedua rakaat itu beliau membaca Surah Al-Fatihah, Surah Al-Kafirun, dan Surah Al-Ikhlas. Setelah itu beliau kembali ke Hajar Aswad, lalu mengusapnya (atau menyentuhnya), kemudian beliau keluar menuju Bukit Shafa." (HR. An-Nasa’i no. 2963, Hadis shahih)
Hadis ini menjadi dasar utama disyariatkannya shalat dua rakaat setelah thawaf.
Tata Cara Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim
Shalat sunnah ini dilakukan setelah jamaah menyelesaikan tujuh putaran thawaf.
Adapun tata caranya sebagai berikut:
- Menuju Maqam Ibrahim apabila keadaan memungkinkan.
- Membaca firman Allah:
وَاتَّخِذُوا مِنْ مَقَامِ إِبْرَاهِيمَ مُصَلًّى
- Melaksanakan shalat dua rakaat dengan menghadap Ka'bah.
- Apabila tempat di sekitar Maqam Ibrahim penuh, shalat dapat dilakukan di bagian mana pun dari Masjidil Haram.
Shalat sunnah thawaf dua rakaat pada dasarnya dianjurkan untuk dikerjakan di belakang Maqam Ibrahim setelah jamaah menyelesaikan thawaf. Namun, Imam An-Nawawi dalam kitab Al-Idhah fi Manasikil Hajj menjelaskan bahwa apabila tempat tersebut tidak memungkinkan digunakan karena padatnya jamaah atau adanya kendala lain, maka shalat dapat dilaksanakan di area Hijir Ismail. Jika lokasi tersebut juga tidak memungkinkan, jamaah diperbolehkan menunaikannya di bagian mana pun dari Masjidil Haram.
Lebih lanjut, Imam An-Nawawi menerangkan bahwa apabila pelaksanaan shalat di Masjidil Haram pun tidak memungkinkan, maka shalat sunnah thawaf tetap sah apabila dikerjakan di kawasan Tanah Haram. Bahkan, jika ada uzur tertentu, shalat tersebut boleh dilakukan di luar Tanah Haram. Menurut beliau, syariat tidak menetapkan tempat maupun waktu tertentu sebagai syarat pelaksanaan shalat sunnah thawaf. Oleh karena itu, seseorang yang belum sempat mengerjakannya di Makkah masih dapat menunaikannya setelah kembali ke negerinya atau di tempat lain selama ia masih hidup. Anjuran melaksanakan shalat sunnah thawaf tetap berlaku dan tidak gugur hanya karena tertunda pelaksanaannya. (Imam An-Nawawi, Al-Idhah fi Manasikil Hajj, hlm. 132).
Karena itu, jamaah tidak dianjurkan memaksakan diri hingga mengganggu jamaah lain demi mendapatkan posisi yang paling dekat dengan Maqam Ibrahim.
Surah yang Disunnahkan Dibaca
Dalam hadis Jabir bin Abdullah radhiyallahu 'anhu disebutkan bahwa Rasulullah ﷺ membaca:
- Surah Al-Kafirun pada rakaat pertama.
- Surah Al-Ikhlas pada rakaat kedua.
Kedua surah tersebut mengandung makna tauhid yang sangat mendalam, sejalan dengan tujuan utama ibadah haji dan umrah, yaitu mengesakan Allah ta’ala.
Namun apabila seseorang membaca surah lain, shalatnya tetap sah.
Apakah Shalat Harus Tepat di Belakang Maqam Ibrahim?
Pertanyaan ini sering diajukan oleh jamaah umrah.
Jawabannya, tidak harus.
Para ulama menjelaskan bahwa apabila kondisi di sekitar Maqam Ibrahim sangat padat, seseorang boleh melaksanakan shalat dua rakaat di mana saja di dalam Masjidil Haram. Hal ini lebih utama daripada memaksakan diri hingga mengganggu kekhusyukan jamaah lain.
Prinsip Islam adalah memberikan kemudahan dan menghindarkan mudarat. Oleh sebab itu, menjaga ketertiban dan kenyamanan sesama jamaah merupakan bagian dari adab dalam beribadah.
Hikmah Shalat di Maqam Ibrahim
Shalat sunnah di Maqam Ibrahim mengandung banyak hikmah, di antaranya:
- Mengenang perjuangan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail 'alaihimassalam dalam membangun Ka'bah.
- Menumbuhkan rasa syukur atas kesempatan menjadi tamu Allah di Baitullah.
- Menguatkan tauhid karena ibadah ini dilakukan di tempat yang memiliki sejarah agung dalam dakwah para nabi.
- Menjadi penyempurna rangkaian ibadah thawaf sebelum melanjutkan amalan berikutnya, seperti minum air Zam-zam dan sa'i.
Selain itu, shalat dua rakaat ini menjadi momen yang tepat bagi jamaah untuk memperbanyak doa, memohon ampunan, dan bersyukur atas nikmat dapat menginjakkan kaki di Tanah Suci.
Pentingnya Memahami Shalat Sunnah di Maqam Ibrahim
Memahami tata cara shalat sunnah di Maqam Ibrahim akan membantu jamaah melaksanakan ibadah umrah dengan lebih tenang dan sesuai tuntunan Rasulullah ﷺ. Selain mengetahui dalil serta tata caranya, jamaah juga perlu memahami bahwa Islam mengajarkan kemudahan. Oleh karena itu, apabila kondisi di sekitar Maqam Ibrahim sangat padat, shalat tetap dapat dilakukan di tempat lain di dalam Masjidil Haram tanpa mengurangi kesunnahannya. Dengan pemahaman yang benar, ibadah menjadi lebih khusyuk, tertib, dan tetap menghormati kenyamanan jamaah lainnya.
Shalat sunnah dua rakaat di Maqam Ibrahim merupakan salah satu amalan yang sangat dianjurkan setelah menyelesaikan thawaf. Amalan ini memiliki dasar yang kuat dari Al-Qur'an dan hadis shahih serta menjadi bagian dari tuntunan Rasulullah ﷺ dalam melaksanakan ibadah haji dan umrah. Meskipun tidak wajib, melaksanakannya dengan penuh kekhusyukan merupakan bentuk ittiba' kepada Nabi Muhammad ﷺ sekaligus kesempatan untuk memperbanyak doa di Tanah Suci.
Semoga Allah ta’ala memberikan kemudahan kepada setiap muslim untuk dapat mengunjungi Baitullah, melaksanakan thawaf, shalat sunnah di Maqam Ibrahim, serta menyempurnakan seluruh rangkaian ibadah umrah dengan penuh keikhlasan. Semoga setiap langkah di Tanah Suci menjadi sebab diampuninya dosa, diterimanya amal ibadah, dan semakin kuatnya keimanan kepada Allah ta’ala.
Wujudkan Impian Umrah Bersama Hanah Tour
Menjadi tamu Allah adalah impian setiap muslim. Bersama Hanah Tour, Anda akan mendapatkan bimbingan manasik sesuai tuntunan syariat, pendampingan pembimbing berpengalaman, serta pelayanan yang amanah dan profesional. Mari wujudkan impian beribadah di Tanah Suci bersama Hanah Tour dan rasakan pengalaman umrah yang lebih nyaman, khusyuk, dan berkesan.