8 Manfaat Umroh Bagi Umat Islam
Umroh memiliki asal kata I’tamara yang mengandung arti “berziarah” atau “berkunjung”. Secara umum umrah memiliki arti Perjalanan atau kunjungan spiritual ke tempat mulia.
Berdasar syariat, umrah merupakan suatu ibadah spiritual yang terdiri dari rukunnya: ihram, thawaf, sai, dan tahallul. Umrah dapat dilakukan kapan dan dimana saja berbeda dengan haji yang hanya bisa dilakukan pada bulan dzulhijjah saja.
Haji dan Umrah apa bedanya?
Secara Bahasa haji berasal dari kata Al-Hajju, yang memiliki arti al-qashdu atau niat, tujuan, dan cita cita. Kemudian secara istilah haji bermakna jalan menuju Makkah dan tempat ibadah suci lainnya.
Sedangkan umrah berdasar Bahasa bisa dirtikan sebagai ziarah atau berkunjung, umrah secara istilah memiliki arti berkunjung ke rumah Allah untuk menjalankan manasik.
Rukun umroh ada 4: Ihram, Thawaf, Sai, dan tahallul (Mencukur rambut), sedangkan rukun haji ada 6: Ihram, Wukuf di Arafah, Thawaf, Sai, Tahallul, dan tertib.
Lihat Pembahasan Minhah AL-Allam 5:156-157
Rukun Umrah: Ihram, Thawaf, Sa’I Umrah, Tahallul, Tertib
Wajib Umrah:
Melakukan Ihram dari miqat
Menjauhkan diri dari hal hal yang dilarang ketika ihram
Umrah dan Keutamaan Keutamaannya:
- Penghapus Dosa

Abu Hurairah, ia berkata, Rasulullah SAW bersabda:
لْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا ، وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاء
إِلاَّ الْجَنَّةٌُ
“Antara umrah yang satu dan umrah lainnya, itu akan menghapuskan dosa di antara keduanya. Dan haji mabrur tidak ada balasannya melainkan surga.” (HR. Bukhari, no. 1773 dan Muslim, no. 1349)
- Doa orang yang berumrah akan dikabulkan karena menjadi tamu Allah

Ibnu Umar, dari Nabi Muhammad SAW Bersabda:
الْغَازِى فِى سَبِيلِ اللَّهِ وَالْحَاجُّ وَالْمُعْتَمِرُ وَفْدُ اللَّهِ دَعَاهُمْ فَأَجَابُوهُ وَسَأَلُوهُ فَأَعْطَاهُمْ
“Orang yang berperang di jalan Allah, orang yang berhaji serta berumroh adalah tamu-tamu Allah. Allah memanggil mereka, mereka pun memenuhi panggilan. Oleh karena itu, jika mereka meminta kepada Allah pasti akan Allah beri” (HR. Ibnu Majah no 2893. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan).
- Menjadi perantara penghapus dosa kecil dan dosa besar

Abdullah bin Masud, dari Rasulullah SAW bersabda:
تَابِعُوا بَيْنَ الْحَجِّ وَالْعُمْرَةِ فَإِنَّهُمَا يَنْفِيَانِ الْفَقْرَ وَالذُّنُوبَ كَمَا يَنْفِى الْكِيرُ خَبَثَ الْحَدِيدِ وَالذَّهَبِ وَالْفِضَّةِ وَلَيْسَ لِلْحَجَّةِ الْمَبْرُورَةِ ثَوَابٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ
“Ikutkanlah umrah dengan haji (dalam haji qiron atau tamattu’), karena keduanya dapat menghapus kemiskinan dan dosa, seperti api yang membersihkan karat dari besi, emas, dan perak. Selain itu, haji yang mabrur tidak memiliki balasan lain kecuali surga..” (HR. An Nasai no. 2631, Tirmidzi no. 810, Ahmad 1/387. Kata Syaikh Al Albani hadits ini hasan shahih).
- Sumber melimpahnya rezeki dan kekayaan, menjadi penambah keberkahan dan dapat menghilangkan kefakiran
5. Sama dengan jihad bagi perempuan

يَا رَسُولَ اللَّهِ ، نَرَى الْجِهَادَ أَفْضَلَ الْعَمَلِ ، أَفَلاَ نُجَاهِدُ قَالَ « لاَ
لَكِنَّ أَفْضَلَ الْجِهَادِ حَجٌّ مَبْرُورٌ »
“Wahai Rasulullah, kami memandang bahwa jihad adalah amalan yang paling afdhol. Apakah berarti kami harus berjihad?” “Tidak. Jihad yang paling utama adalah haji mabrur”, jawab Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam.” (HR. Bukhari no. 1520)
- Pahala shalat fardhu berlipat ganda di Tanah Suci

Jabir, dari Nabi Muhammad SAW. Bersabda:
صَلاَةٌ فِى مَسْجِدِى أَفْضَلُ مِنْ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ إِلاَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ وَصَلاَةٌ فِى الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ أَفْضَلُ مِنْ مِائَةِ أَلْفِ صَلاَةٍ فِيمَا سِوَاهُ
“Shalat di masjidku (Masjid Nabawi) lebih utama daripada 1000 shalat di masjid lainnya selain Masjidil Harom. Shalat di Masjidil Harom lebih utama daripada 100.000 shalat di masjid lainnya.” (HR. Ahmad 3/343 dan Ibnu Majah no. 1406, dari Jabir bin ‘Abdillah. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih. Lihat Shahih At Targhib wa At Tarhib no. 1173.)
Berlipatnya pahala shalat di Masjidil Haram apakah berlaku untuk seluruh tanah haram ataukah hanya di Masjidil Haram saja, ada ikhtilah ulama dalam hal ini.Berlipatnya pahala hanya di Masjidil Haram saja itulah yang lebih kuat dilihat dari hadits Maimunah yang menyatakan bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Shalat di masjidku ini lebih utama dari 1000 shalat di masjid lainnya selain di Masjid Kabah.” (HR. Muslim, no. 1396). Pendapat ini adalah pendapat yang dipilih oleh ‘Atha’, Al-Muhibb Ath-Thabari, dan dipilih oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin.
- Rukun Umroh Thawaf dapat membersihkan dosa dan menambah derajat

Ibnu Umarr RA. Dari Nabi Muhammad SAW, Bersabda
مَن طاف بِهَذا البيتِ أسبوعًا يُحصيهِ، فيُصلِّي رَكْعتينِ كانَ كعِتقِ رقَبةٍ، وما وضَعَ رجلٌ قدمًا، ولا رفَعها ؛ إلَّا كتبَ اللَّهُ لهُ بِها حسَنةً، ومحا عنه بها سيِّئةً، ورفع لهُ بِها درجةً .
“Barang siapa yang thawaf di sekitar Kabah sebanyak tujuh putaran dengan menghitungnya, lalu ia shalat dua rakaat, maka hal itu seperti memerdekakan seorang budak. Setiap kali ia mengangkat dan meletakkan kakinya, Allah akan mencatat untuknya satu kebaikan, menghapus darinya satu kesalahan, dan mengangkat baginya satu derajat.” (HR. Tirmidzi, no. 959; Ahmad, no. 4462; Ibnu Majah, no. 2956. Syaikh Al-Albani mengatakan bahwa sanad hadits ini sahih).
- Pahal Umrah sesuai Usaha dan harta yang dikeluarkan

Berdasarkan hadis
قالَتْ عَائِشَةُ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهَا: يا رَسولَ اللَّهِ، يَصْدُرُ النَّاسُ
بنُسُكَيْنِ، وأَصْدُرُ بنُسُكٍ؟ فقِيلَ لَهَا: انْتَظِرِي، فَإِذَا طَهُرْتِ، فَاخْرُجِي إلى التَّنْعِيمِ، فأهِلِّي ثُمَّ ائْتِينَا بمَكَانِ كَذَا، ولَكِنَّهَا عل
فَاخْرُجِي إلى التَّنْعِيمِ، فأهِلِّي ثُمَّ ائْتِينَا بمَكَانِ كَذَا، ولَكِنَّهَا علَى قَدْرِ نَفَقَتِكِ أوْ نَصَبِكِ.َ
Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata: “Wahai Rasulullah, orang-orang pulang dengan dua ibadah (haji dan umrah), sementara aku pulang hanya dengan satu ibadah (haji)?” Maka dikatakan kepadanya: “Tunggulah, ketika kamu telah suci, keluarlah ke Tan’im, kemudian berniatlah (untuk umrah), lalu datanglah kepada kami di tempat ini.” Namun sesungguhnya (pahala) itu sesuai dengan nafkah yang kamu keluarkan atau kesulitan yang kamu alami.” (HR. Bukhari, no. 1787 dan Muslim, no. 1211)
Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid menyebutkan fatwanya:
“Jika kesulitan selalu menyertai suatu ibadah, di mana tidak mungkin melaksanakan ibadah tersebut tanpa menanggung kesulitan tersebut, maka semakin besar kesulitan, semakin besar pula pahala dan ganjarannya.”
Umroh sangat dianjurkan oleh allah, bahkan nabi Muhammad sendiri sebelum melakukan haji beliau sudah melaksanakan umroh sebanyak 3 kali, maka dari itu mantapkan niat kalian dan persiapkan fisik kalian untuk menjalankan ibadah umrah sebagai bekal dan latihan sebelum melaksanakan ibadah haji ke Baitullah, semoga kita bisa segera diundang dan diberi kelancaran rezeki serta niat yang utuh untuk melaksanakan ibadah umrah