Ciri-Ciri Haji Mabrur dan Larangan yang Wajib Dihindari Saat Haji

Kategori : Umrah, Haji, Tips, Travel Umroh Lamongan, Ditulis pada : 12 Juni 2026, 10:49:33

Sering kita mendengar umat Muslim mendoakan kerabat atau keluarga yang berangkat maupun kembali dari Tanah Suci, “Semoga menjadi haji yang mabrur.” Namun, apa sebenarnya yang dimaksud dengan haji mabrur? Dan apa saja ciri-ciri nyata yang tampak pada seseorang yang meraihnya?

Secara bahasa, haji mabrur berarti haji yang baik atau diterima oleh Allah SWT. Sedangkan secara istilah, haji mabrur adalah ibadah haji yang dilaksanakan sesuai dengan petunjuk Allah SWT dan Rasulullah SAW, dengan memenuhi seluruh rukun, syarat, wajib haji, serta menjauhi segala larangannya.

Tentu, setiap mukmin yang menunaikan rukun Islam kelima ini berharap dapat membawa pulang predikat mabrur. Untuk memahaminya lebih dalam, berikut adalah uraian mengenai ciri-ciri haji mabrur beserta hal-hal penting yang wajib Anda hindari selama beribadah.

hanahtour.id

Ciri-Ciri Seseorang Meraih Haji Mabrur

Rasulullah SAW dalam beberapa sabdanya telah memberikan gambaran jelas mengenai tanda-tanda diterimanya ibadah haji seseorang.

Dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, sahabat bertanya:

“Wahai Rasulullah SAW, apa itu haji mabrur? Rasulullah kemudian menjawab: Memberikan makanan serta menebar kedamaian.” (HR. Ahmad).

Pada kesempatan lain, Rasulullah SAW juga bersabda bahwa ciri haji mabrur adalah "memberikan makanan dan berbicara dengan santun."

Jika dirangkum secara luas, berikut adalah ciri-ciri utama seorang haji mabrur yang akan tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah pulang dari Baitullah:

  • Menebar Kedamaian: Kehadirannya selalu memberikan rasa aman, ketenangan, dan kesejukan bagi orang-orang di sekitarnya.
  • Sopan dan Santun dalam Bertutur Kata: Terbiasa menjaga lidah dari ucapan yang menyakitkan dan selalu memilih kalimat yang baik.
  • Memiliki Kepedulian Sosial yang Tinggi: Lebih peka terhadap kondisi lingkungan sekitar, salah satunya gemar bersedekah atau memberi makan kepada yang membutuhkan.
  • Menjaga Kesucian Diri: Berusaha keras membersihkan pikiran, perkataan, dan perbuatan dengan konsisten meninggalkan maksiat.

Menurut ulama besar Hasan Al-Bashri, tanda nyata mabrurnya haji seseorang adalah munculnya sikap zuhud. Sepulang dari haji, ia akan menjadi pribadi yang tidak lagi terlalu mengejar kehidupan duniawi, melainkan makin mencintai amal ibadah untuk akhiratnya. Segala unsur kehidupannya berubah menjadi jauh lebih baik daripada sebelum ia berangkat haji.

hanahtour.id

Hal-Hal yang Wajib Dihindari demi Meraih Haji Mabrur

Agar ibadah Anda berjalan suci dan diterima oleh Allah SWT, ada beberapa noda dan larangan hati yang wajib Anda hindari sejak masa persiapan hingga pelaksanaan di lapangan:

  1. Niat yang Keliru (Pamer dan Mengejar Gelar)

Segala sesuatu tergantung pada niatnya. Hindari berniat haji hanya agar dipandang mampu oleh tetangga, sekadar berburu foto selfie di depan Ka'bah untuk media sosial, atau hanya demi mengejar panggilan gelar "Pak Haji" dan "Bu Hajjah". Bersihkan hati dan murnikan niat semata-mata karena memenuhi panggilan Allah SWT.

  1. Menggunakan Harta yang Syubhat atau Haram

Haji adalah ibadah yang suci dan dilakukan di tempat yang suci. Oleh karena itu, hindari menggunakan biaya keberangkatan dari sumber harta yang tidak jelas (syubhat) apalagi haram. Pastikan setiap rupiah yang Anda gunakan benar-benar bersih agar ibadah Anda berkah.

  1. Melakukan Rafats, Fusuq, dan Jidal

Ini adalah tiga larangan besar yang disebutkan langsung dalam Al-Qur'an.

Rafats: Hindari melontarkan ucapan kotor, bercumbu, atau melakukan tindakan tidak senonoh.

Fusuq: Jauhi segala bentuk perbuatan maksiat dan pelanggaran hukum agama.

Jidal: Hindari bertengkar, berbantah-bantahan, bermusuhan, atau berkelahi dengan sesama jemaah.

  1. Bersikap Tinggi Hati (Sombong)

Terkadang, jemaah tidak sadar memelihara sifat sombong karena merasa dirinya sudah menjadi orang pilihan yang bisa berangkat haji. Hindari merasa diri lebih mulia atau lebih suci daripada orang lain yang belum mendapatkan kesempatan ke Baitullah.

  1. Berlebih-lebihan (Israf)

Hindari sikap berlebih-lebihan selama di Tanah Suci, baik dalam hal berpakaian, berbelanja oleh-oleh, hingga berinteraksi dengan lawan jenis. Allah SWT sangat tidak menyukai hamba-Nya yang berlebih-lebihan.

Kesimpulan

Menjadi haji yang mabrur adalah proses spiritual yang berdampak pada hubungan baik dengan Allah (hablum minallah) sekaligus hubungan baik antar-manusia (hablum minannas). Memahami ciri dan larangan di atas akan membantu Anda menjaga kesucian ibadah selama di Mekah dan Madinah.

Bagi Anda yang sedang merencanakan perjalanan ibadah ke Tanah Suci, pastikan Anda didampingi oleh travel yang berpengalaman. Bersama Hanah Tour, kami siap membantu memfasilitasi perjalanan ibadah Anda dengan bimbingan ibadah yang intensif sesuai sunnah, fasilitas yang nyaman, dan pelayanan yang amanah. Semoga Allah SWT menganugerahkan predikat haji yang mabrur bagi kita semua.

>>>>>HUBUNGI KAMI<<<<<

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id