Pertama Kali Umrah? Ini 15 Hal yang Sebaiknya Diketahui Sebelum Berangkat
Bagi sebagian orang, umrah merupakan salah satu perjalanan yang paling dinantikan dalam hidup. Bisa beribadah langsung di Masjidil Haram, melihat Ka'bah, berdoa di tempat-tempat yang mulia, dan mengunjungi Masjid Nabawi tentu menjadi pengalaman yang sangat berharga.
Namun, bagi seseorang yang pertama kali umrah, persiapan menuju Tanah Suci terkadang menimbulkan banyak pertanyaan.
Apa saja yang harus dibawa? Bagaimana cara memakai ihram? Kapan mulai ihram? Apa saja larangan ihram? Bagaimana tata cara tawaf dan sa'i? Apakah perlu membawa banyak uang tunai?
Agar perjalanan lebih tenang, berikut 15 hal penting yang sebaiknya diketahui sebelum berangkat umrah.
- Pelajari Tata Cara Umrah Sebelum Berangkat
Jangan menunggu sampai tiba di Makkah untuk mempelajari tata cara umrah.
Calon jamaah sebaiknya memahami terlebih dahulu rangkaian utama ibadah umrah, mulai dari ihram, tawaf, sa'i, hingga tahallul.
Dengan memahami urutannya sebelum berangkat, jamaah akan lebih mudah mengikuti bimbingan ketika berada di Tanah Suci.
- Pahami Miqat dan Ihram
Miqat merupakan batas yang telah ditentukan untuk memulai ihram bagi orang yang hendak melaksanakan haji atau umrah.
Jamaah perlu mengetahui dari mana harus mulai ihram sesuai dengan rute perjalanan yang ditempuh.
Bagi jamaah yang menggunakan pesawat dengan tujuan melangsungkan ibadah umroh menuju Mekkah, persiapan ihram biasanya dilakukan sebelum pesawat melewati miqat. Karena itu, calon jamaah sebaiknya mendapatkan penjelasan dari pembimbing sebelum keberangkatan.
- Ketahui Larangan Selama Ihram
Ketika sudah memasuki keadaan ihram, terdapat beberapa larangan yang harus diperhatikan.
Di antaranya berkaitan dengan penggunaan wewangian, memotong rambut atau kuku, berburu binatang darat, serta beberapa ketentuan khusus lainnya.
Untuk laki-laki terdapat ketentuan khusus mengenai pakaian ihram, sedangkan perempuan juga memiliki aturan tersendiri.
Memahami larangan ihram sejak awal akan membantu jamaah menghindari kesalahan selama menjalankan ibadah.
- Jangan Hanya Menghafal Doa, Pahami Maknanya
Doa dan zikir merupakan bagian penting dalam perjalanan ibadah. Namun, jamaah tidak perlu merasa bahwa semua aktivitas selama umrah harus disertai doa khusus yang panjang.
Yang lebih penting adalah memahami bacaan yang memang diajarkan dan memperbanyak zikir serta doa kepada Allah.
Memahami arti doa juga membuat jamaah lebih mudah menghadirkan kekhusyukan ketika beribadah.
- Biasakan Berjalan Kaki
Umrah membutuhkan aktivitas fisik yang cukup banyak.
Jamaah akan berjalan dari hotel menuju masjid, melaksanakan tawaf, melakukan sa'i antara Shafa dan Marwah, serta mungkin melakukan perjalanan lainnya selama berada di Makkah dan Madinah.
Karena itu, membiasakan diri berjalan kaki sebelum berangkat dapat membantu tubuh beradaptasi.
- Siapkan Kondisi Fisik
Kondisi fisik merupakan salah satu hal yang tidak boleh diabaikan.
Beberapa minggu sebelum keberangkatan, calon jamaah dapat mulai menjaga pola tidur, mengonsumsi makanan bergizi, mencukupi kebutuhan cairan, dan melakukan aktivitas fisik ringan sesuai kemampuan.
Jika memiliki kondisi kesehatan tertentu atau sedang mengonsumsi obat secara rutin, konsultasikan kebutuhan perjalanan dengan tenaga kesehatan.
- Gunakan Alas Kaki yang Nyaman
Jamaah sebaiknya membawa alas kaki yang nyaman untuk berjalan dalam jarak cukup jauh.
Pilih sandal atau sepatu yang sudah biasa digunakan dan tidak menimbulkan lecet.
Perlu diketahui, ketika hendak memulai ihram, jama’ah laki-laki tidak diperkenankan menggunakan alas kaki yang berjahit seperti sepatu, sebaiknya menggunakan sandal jepit yang tidak ada jahitannya.
- Bawa Obat dan Perlengkapan Pribadi yang Diperlukan
Jamaah yang memiliki obat rutin sebaiknya membawa persediaan yang cukup sesuai kebutuhan perjalanan.
Selain obat pribadi, perlengkapan sederhana seperti plester luka, masker, pelembap, dan perlengkapan kebersihan pribadi juga dapat membantu selama perjalanan.
Simpan obat dan barang penting di tempat yang mudah dijangkau.
- Jangan Membawa Barang Terlalu Banyak
Kesalahan yang cukup sering dilakukan jamaah pemula adalah membawa terlalu banyak barang.
Padahal, semakin banyak barang yang dibawa, semakin sulit pula mengaturnya ketika sudah berada di Tanah Suci.
Buatlah daftar perlengkapan sebelum memasukkan barang ke dalam koper. Prioritaskan kebutuhan utama selama berada di Tanah Suci.
- Siapkan Dokumen Perjalanan dengan Baik
Paspor, visa, tiket, identitas, dokumen perjalanan, dan berbagai dokumen penting lainnya harus diperiksa sebelum keberangkatan.
Sebaiknya jamaah juga menyimpan salinan dokumen penting di tempat yang aman atau dalam bentuk digital.
Jangan menunggu sampai hari keberangkatan untuk memastikan semua dokumen sudah lengkap.
- Pelajari Kondisi Cuaca di Arab Saudi
Arab Saudi memiliki kondisi cuaca yang berbeda dengan Indonesia.
Suhu, kelembapan, dan kondisi lingkungan dapat memengaruhi kenyamanan jamaah. Karena itu, calon jamaah sebaiknya mempersiapkan pakaian dan perlengkapan yang sesuai dengan musim keberangkatan.
Namun, kebutuhan setiap jamaah dapat berbeda sehingga perlengkapan sebaiknya disesuaikan dengan kondisi aktual dan arahan dari penyelenggara perjalanan.
- Ketahui Lokasi Hotel dan Titik Berkumpul
Sebelum berangkat, usahakan mengetahui nama dan lokasi hotel tempat menginap.
Jamaah juga perlu mengingat titik berkumpul yang telah ditentukan oleh pembimbing atau rombongan serta selalu membawa SISKOPATUH (Sistem Komputerisasi Pengelolaan Terpadu Umrah dan Haji Khusus).
Hal ini sangat membantu apabila jamaah terpisah dari kelompok, terutama ketika berada di kawasan yang ramai seperti sekitar Masjidil Haram atau Masjid Nabawi.
- Jangan Terlalu Memaksakan Diri
Semangat beribadah tentu merupakan sesuatu yang baik. Namun, jamaah tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh.
Tidak semua aktivitas harus dilakukan secara berlebihan.
Jika tubuh membutuhkan istirahat, manfaatkan waktu untuk beristirahat. Tujuan utama perjalanan adalah menjalankan ibadah dengan baik, bukan sekadar mengejar sebanyak mungkin aktivitas sehingga tubuh menjadi sakit dan tidak bisa beribadah lagi dengan baik.
- Jaga Sikap Selama di Tanah Suci
Tanah Suci merupakan tempat yang sangat ramai dengan jamaah dari berbagai negara.
Perbedaan bahasa, budaya, kebiasaan, dan karakter merupakan hal yang biasa ditemui.
Karena itu, jamaah hendaknya menjaga kesabaran, tidak mudah marah, menghormati jamaah lain, menjaga kebersihan, dan mengikuti aturan yang berlaku.
Kesabaran selama perjalanan merupakan bagian penting dari adab seorang jamaah.
- Pilih Travel Umrah dan Pembimbing yang Membantu Jamaah
Bagi jamaah yang baru pertama kali umrah, pendampingan dapat menjadi bagian penting dari perjalanan.
Sebelum memilih travel umrah, calon jamaah sebaiknya mencari informasi secara menyeluruh mengenai program perjalanan, jadwal, fasilitas, hotel, pembimbing, layanan jamaah, serta ketentuan biaya.
Jangan hanya membandingkan harga. Perhatikan pula bagaimana informasi diberikan dan bagaimana calon jamaah mendapatkan penjelasan mengenai manasik serta perjalanan.
Untuk calon jamaah yang berasal dari Lamongan dan sekitarnya, informasi mengenai program perjalanan, persiapan, dan layanan umrah dapat diperoleh melalui Hanah Tour.
Checklist Singkat Sebelum Berangkat Umrah
Agar lebih mudah, calon jamaah pemula dapat menggunakan checklist berikut:
☐ Memahami tata cara umrah
☐ Memahami miqat dan ihram
☐ Mengetahui larangan ihram
☐ Mengikuti bimbingan manasik
☐ Mempersiapkan kondisi fisik
☐ Menyiapkan obat pribadi
☐ Memeriksa paspor dan dokumen perjalanan
☐ Menyiapkan perlengkapan pribadi
☐ Mengetahui hotel dan titik berkumpul
☐ Menyimpan nomor kontak pembimbing
☐ Menyesuaikan perlengkapan dengan kondisi cuaca
☐ Menjaga sikap dan kesabaran selama perjalanan
Penutup
Menunaikan umrah untuk pertama kalinya tentu menjadi pengalaman yang sangat berkesan. Agar perjalanan berjalan lebih nyaman, persiapan sebaiknya dilakukan sejak jauh-jauh hari, bukan hanya dalam hal perlengkapan tetapi juga ilmu, kondisi fisik, dokumen perjalanan, dan kesiapan mental.
Tidak perlu merasa khawatir jika masih banyak hal yang belum diketahui. Justru dengan belajar sebelum keberangkatan dan mengikuti bimbingan manasik dengan baik, jamaah akan lebih siap menghadapi berbagai situasi selama berada di Tanah Suci.
Semoga Allah memberikan kemudahan kepada setiap calon jamaah yang sedang mempersiapkan perjalanan umrah, memberikan kesehatan selama di Tanah Suci, menerima seluruh amal ibadahnya, dan mengembalikannya kepada keluarga dalam keadaan selamat.
Semoga perjalanan menuju Baitullah menjadi perjalanan yang penuh keberkahan dan membawa kebaikan setelah kembali ke tanah air.
Ditulis oleh : Alfaqir Adzhan Mahdi, Lc (Divisi Syi’ar & Education Marketing Hanah Tour)
>>>>> HUBUNGI KAMI <<<<<