Thawaf: Tujuh Putaran Janji Setia di Jantung Ka'bah

Kategori : , Ditulis pada : 18 Desember 2025, 08:59:47

Thawaf: Tujuh Putaran Janji Setia di Jantung Ka'bah

WhatsApp Image 2025-12-18 at 09.40.32.jpeg

Oleh: Adzhan Mahdi, LC

Setiap Muslim yang menjejakkan kaki di Tanah Suci pasti menyimpan satu puncak kerinduan: Thawaf.

Momen ini jauh melampaui sekadar berjalan kaki. Ini adalah ziarah batin yang menyentuh jiwa, sebuah pengakuan bahwa kita, dengan segala kesibukan dan putaran hidup, akhirnya kembali kepada pusat segalanya: Baitullah.

Bagi Anda yang sedang merencanakan ibadah bersama PT. Hanah Mitra Wisata Haji & Umroh, mari kita resapi makna mendalam dari ibadah mulia ini.

Mengenal Thawaf Lebih Dekat

Dalam bahasa Arab, thawaf memiliki arti dasar berputar atau mengelilingi sesuatu. Namun, dalam konteks ibadah Haji dan Umroh, maknanya adalah spiritual: mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh kali dengan posisi yang berlawanan dengan putaran jarum jam.

Lihatlah jutaan jamaah, semua berpakaian sama, bergerak dalam harmoni sempurna. Inilah lambang kesatuan sejati dan penyerahan total.

Rahasia di Balik Angka Tujuh

Mengapa kita harus mengelilingi Ka’bah tepat tujuh kali?

Angka ini bukanlah kebetulan. Hikmah di balik syariat tujuh putaran Thawaf adalah simbolisasi seluruh aktivitas hidup kita selama satu pekan (tujuh hari). Setiap putaran yang kita ambil adalah pengingat harian bahwa pusat dari seluruh gerak, langkah, dan keputusan kita haruslah Allah SWT. Ini adalah janji bahwa selama satu minggu penuh, kita kembali meletakkan Ka’bah sebagai poros kehidupan kita.

Syarat dan Adab Memulai Thawaf

Thawaf adalah ibadah yang disyariatkan dengan aturan yang ketat, memastikan ibadah kita sah dan diterima. Sebelum memulai, ada beberapa hal mendasar yang wajib dipenuhi:

  1. Kesucian: Kita wajib berada dalam keadaan suci dari hadas (baik kecil maupun besar) dan najis. Thawaf harus dilakukan dalam keadaan berwudhu.
  2. Menutup Aurat: Seluruh aurat wajib tertutup sempurna.
  3. Arah yang Benar: Ka’bah wajib berada di sebelah kiri kita selama kita berputar mengelilinginya.
  4. Lokasi: Seluruh putaran Thawaf harus dilakukan di dalam area Masjidil Haram.
  5. Batasan: Tidak boleh memasuki area yang terhitung bagian dari Ka’bah, seperti Hijr Ismail, Syadzarwan, atau bangunan Ka’bah itu sendiri.
  6. Niat Tunggal: Niat kita harus murni hanya untuk melaksanakan Thawaf, tanpa diselingi niat lain yang mengalihkan fokus, misalnya berjalan cepat hanya untuk menghindari penagih utang atau hal serupa.
  7. Tujuh Putaran: Thawaf harus sempurna tujuh kali putaran.

Protokol Awal yang Suci

Thawaf dimulai dari Hajar Aswad.

Saat memulai, pundak kiri kita harus sejajar dengan Hajar Aswad. Jika situasi memungkinkan (tanpa berdesakan atau menyakiti orang lain), disunnahkan untuk mengusap Hajar Aswad dengan tangan kanan, lalu menciumnya sambil melafalkan: "Bismillahi Allahu Akbar".

Jika suasana terlalu padat, kita cukup memberikan isyarat sekali dengan tangan kanan ke arah Hajar Aswad seraya mengucapkan: "Allahu Akbar".

Khusus bagi laki-laki, terdapat dua sunnah penting selama Thawaf Umroh:

  • Idhtiba’: Menyarungkan kain ihram di atas pundak kiri dan membiarkan pundak kanan terbuka, dimulai sejak awal Thawaf hingga selesai.
  • Raml: Melakukan lari-lari kecil atau berjalan cepat dengan langkah yang berdekatan, khusus pada tiga putaran pertama.

Zikir dan Doa Sepanjang Perjalanan

Meskipun hati bebas melafalkan zikir, doa, dan permohonan apa pun yang kita inginkan sepanjang putaran, ada satu doa yang disunnahkan dibaca ketika kita bergerak di antara Rukun Yamani dan Hajar Aswad:

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

 Artinya : “Ya Tuhan kami, berikanlah kami kebaikan di dunia dan kebaikan di akhirat, dan lindungilah kami dari azab neraka.”

Di Rukun Yamani, disunnahkan untuk mengusapnya (tanpa mencium tangan), tetapi jika tidak memungkinkan, kita cukup berjalan biasa tanpa perlu memberi isyarat.

Menyempurnakan Thawaf dengan Shalat

Setelah tuntas melakukan tujuh putaran dan menyelesaikan Thawaf dengan kembali memberi isyarat/mengusap Hajar Aswad, Thawaf dilanjutkan dengan dua langkah penting:

  1. Mengembalikan Kain Ihram: Bagi laki-laki yang melakukan idhtiba’, disunnahkan mengembalikan kain ihram ke posisi normal, menutupi kedua pundak.
  2. Salat Sunnah Thawaf: Selanjutnya, kita bergeser ke area Maqam Ibrahim untuk melaksanakan salat sunnah dua raka’at. Jika lokasi tepat di belakang Maqam Ibrahim terlalu ramai, kita diperbolehkan bergeser ke belakang atau shalat di area manapun asalkan masih di dalam Masjidil Haram. Disunnahkan membaca Surat Al-Kafirun pada rakaat pertama dan Surat Al-Ikhlas pada rakaat kedua, setelah membaca Al-Fatihah.

Setelah menyelesaikan shalat sunnah ini, ibadah Anda akan memasuki babak suci berikutnya, yaitu Sa’i, yang insyaAllah akan kita bahas lebih detail kemudian.

Semoga perjalanan Thawaf Anda bersama Hanah Tour menjadi momen paling berharga dalam hidup, memutar ulang hati untuk hanya berpusat pada ketaatan kepada Ilahi.

 

Cari Blog

10 Blog Terbaru

10 Blog Terpopuler

Kategori Blog

Chat Dengan Kami
built with : https://safar.co.id